Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Implan Stimulasi Otak Obati Parkinson

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 07:48 WIB | Oleh:
Implan Stimulasi Otak Obati Parkinson Doc: Frederic J. BROWN/AFP
Ket. Implan Wimagine dari CEA, sebuah perangkat yang menyerupai replika otak dan membantu pasien dengan masalah sumsum tulang belakang berjalan kembali.

IMPLAN stimulasi otak dalam yang baru dapat mengatasi penyakit Parkinson. Stimulasi otak ditanam dengan menyisipkan kabel tipis melalui dua lubang kecil di tengkorak ke dalam area otak yang berhubungan dengan gerakan.

Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang memengaruhi sistem saraf pusat, terutama bagian otak yang mengatur gerakan tubuh. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan atau hilangnya sel-sel saraf (neuron) di substansia nigra, area otak yang memproduksi dopamin  zat kimia penting untuk mengontrol gerakan dan koordinasi.

Keith Krehbiel hidup dengan penyakit Parkinson selama hampir 25 tahun sebelum menyetujui untuk mencoba implan otak yang mungkin dapat meringankan gejalanya. Ia telah lama enggan menjalani operasi.

“Itu adalah langkah besar,” katanya kepada Scientific American. Namun pada tahun 2020, gejalanya menjadi begitu parah sehingga ia dengan berat hati setuju untuk melanjutkannya.

Stimulasi otak dalam melibatkan penyisipan kabel tipis melalui dua lubang kecil di tengkorak ke dalam area otak yang berhubungan dengan gerakan. Harapannya adalah dengan mengirimkan pulsa listrik ke area tersebut, implan dapat menormalkan aktivitas otak yang abnormal dan mengurangi gejala.

Sejak perangkat ini pertama kali disetujui hampir tiga dekade lalu, sekitar 200.000 orang telah memasangnya untuk membantu meredakan tremor dan kekakuan yang disebabkan oleh penyakit Parkinson. Namun, sekitar 40.000 penerima perangkat yang dibuat setelah tahun 2020 mendapatkan fitur khusus yang sebagian besar belum diaktifkan.

Perangkat tersebut dapat membaca gelombang otak dan kemudian beradaptasi serta menyesuaikan ritme keluarannya, mirip seperti alat pacu jantung yang memantau dan mengoreksi ritme listrik jantung, kata Helen Bronte-Stewart, seorang ahli saraf di Universitas Stanford di California.

Bronte-Stewart menerima persetujuan untuk memulai uji klinis teknologi baru ini, yang dikenal sebagai stimulasi otak dalam adaptif (adaptive deep-brain stimulation/aDBS), pada minggu yang sama ketika Krehbiel sedang mempersiapkan operasi. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.