Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Bertaut Rindu': Romansa Remaja dalam Pencarian Jati Diri

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
'Bertaut Rindu': Romansa Remaja dalam Pencarian Jati Diri Doc: Antara
Ket. Sejumlah pembuat film dan pemain film "Bertaut Rindu" saat konferensi pers dan press screening di Jakarta, pada Rabu (23/7).

Jakarta - Film "Bertaut Rindu" menyuguhkan romansa remaja dalam balutan masa pencarian jati diri yang kerap kali dibenturkan pada tuntutan orang tua. 

Kisah dimulai mengikuti Jovanka (Adhisty Zara) seorang siswi yang pindah ke Bandung bersama sang ibu, Yuli (Putri Ayudya) memulai semuanya dari awal, setelah perceraian orang tuanya.

Di sekolah barunya, Jovanka bertemu dengan Magnus seorang siswa pendiam yang misterius dengan memiliki bakat di bidang seni lukis. Jovanka yang digambarkan sebagai siswi ceria yang menyukai Magnus dan mencoba mendekatinya.

Namun di balik sikap pendiamnya Magnus, ternyata dia memendam luka akibat tekanan keluarga. Sebagai anak tunggal dari keluarga berada, dia harus mengikuti kehendak orang tuanya, yang membuatnya makin tertutup dan menyalahkan diri sendiri.

Konflik memuncak ketika mereka memilih untuk mendaftar kampus impian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Magnus diterima di kampus impiannya ITB dan jurusan seni.

Namun mimpi itu tak bisa Magnus rayakan, karena orang tuanya telah menyiapkan jalan lain untuk berkuliah di universitas di luar negeri dan jurusan yang tak pernah dia minta.

Magnus bahkan tidak berani menyampaikan keinginannya karena orang tuanya menganggap pilihannya tidak mempunyai masa depan. Berbanding terbalik dengan Jovanka meski dengan kehidupan orang tuanya yang bercerai, dirinya justru berani dan terbiasa mengutarakan kepada orang tuanya apa yang diinginkannya.

Jovanka melihat Magnus sebagai sosok istimewa karena memiliki kemampuan melukis, sebagai bakat yang sayang jika tidak terwujud. Dia mendukung berupaya menunjukkan berbagai warna kehidupan dan berharap Magnus bisa melihatnya.

Hal itu kemudian tumbuh mempertemukan dua hati yang saling mendukung satu sama lain dengan caranya masing-masing dan perlahan menemukan keberanian dan tempat aman satu sama lain.

Melalui hubungan Magnus dan Jovanka, sutradara dalam film ini Rako Prijanto seperti tidak hanya menonjolkan manisnya romansa remaja, tetapi juga menggambarkan tekanan dan ekspektasi yang kerap membayangi kehidupan remaja.

Kerinduan untuk menentukan jalan hidup sendiri, lepas dari bayang-bayang atau arahan orang dewasa, menjadi benang merah yang kuat di sepanjang cerita, di mana itu sebagai cerita yang relevan bagi banyak penonton terutama anak remaja.

Hubungan Magnus dengan orang tuanya menggambarkan betapa pentingnya dialog terbuka antara anak dan orang tua. Namun, seringkali orang tua beralasan demi kebaikan anak, hingga enggan memahami aspirasi anak. Sementara anak merasa takut mengungkapkan mimpi karena khawatir mengecewakan orang tua.

Konflik ini umum terjadi di masyarakat kita dan sering menimbulkan luka batin karena keinginan anak yang terpendam tak pernah didengar. Kurangnya kedekatan komunikasi akhirnya menciptakan jarak emosional antara orang tua dan anak.

Namun, alur cerita yang terkesan berjalan lambat bahkan misterius di mana sejumlah adegan muncul tanpa penjelasan memadai. Hal itu juga dipicu penyusunan pengambilan gambar terkesan terpotong, salah satu seperti adegan yang diawal tiba-tiba di sekolah namun bergeser jauh di luar sekolah tanpa penjelasan dialog sebelum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.