Kelambu Berinsektisida untuk Perangi Malaria
📅 Senin, 28 Jul 2025, 07:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/SIA KAMBOU
SEJAK 2012, UNICEF telah mendistribusikan lebih dari 275 juta kelambu berinsektisida tahan lama (long-lasting insecticidal nets/LLIN), yang merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi diri dari malaria.
Malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2019, tercatat 229 juta kasus malaria di seluruh dunia, dengan 409.000 kematian akibat penyakit ini.
Namun, anak-anak usia dini adalah yang paling terdampak. Pada tahun yang sama, 274.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena penyakit ini, yang merupakan dua pertiga dari seluruh kematian akibat malaria di seluruh dunia.
Tidur di bawah kelambu berinsektisida tahan lama adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah malaria, karena kelambu tersebut membentuk penghalang fisik dan kimia terhadap nyamuk.
Ketika nyamuk mencoba menggigit seseorang yang tidur di bawah kelambu berinsektisida, mereka tidak hanya terhalang oleh kelambu, tetapi juga terbunuh oleh lapisan insektisida.
Sebaiknya Anda baca juga:
Studi menunjukkan bahwa penggunaan kelambu berinsektisida (LLIN) mengurangi insiden malaria hingga 50 persen di Afrika sub-Sahara, di wilayah yang menyumbang lebih dari 90 persen kasus malaria global.
Daya Tahan LILIN jauh lebih efektif daripada kelambu yang tidak diberi perlakuan karena diproduksi dengan kelambu yang mengandung insektisida yang direkomendasikan WHO. Berkat perlakuan ini, efek insektisida bertahan lebih lama dan kelambu dapat digunakan hingga tiga tahun atau 20 kali pencucian.
UNICEF mulai membeli LLIN pertamanya pada tahun 2000 dengan pembelian 53.000 kelambu untuk mendukung pengendalian dan pencegahan malaria di negara-negara yang terdampak penyakit ini. Sejak saat itu, angka ini telah meningkat secara signifikan, meskipun angka tahunan berfluktuasi tergantung pada permintaan dari negara-negara endemis malaria. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!