Indonesia Mulai Bangun Kapal Selam Scorpène Evolved Bersama Naval Group di Surabaya
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 15:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AFP
JAKARTA —Kontrak pembangunan dua kapal selam serang Scorpène Evolved antara Indonesia dan perusahaan pertahanan asal Prancis, Naval Group, resmi berlaku pada 23 Juli 2025. Kesepakatan ini membuka babak baru dalam kerja sama strategis antara Jakarta dan Paris, dengan fokus utama pada penguatan industri pertahanan laut nasional melalui transfer teknologi dan produksi dalam negeri.
Seluruh proyek akan dilaksanakan di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dengan skema transfer teknologi menyeluruh yang dipimpin oleh konsorsium Naval Group–PT PAL. Kapal selam diesel-listrik bertenaga baterai litium-ion tersebut akan sepenuhnya dirancang, dirakit, dan dioperasikan di Indonesia oleh tenaga ahli lokal. Hal ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk membangun kapabilitas teknologi pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan.
Program Scorpène Evolved dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional jangka pendek sekaligus memperkuat fondasi industri kapal selam nasional. Dalam jangka panjang, seluruh proses operasional, perawatan, dan dukungan teknis kapal akan ditangani oleh personel Indonesia. Selain meningkatkan kontrol operasional, proyek ini juga diharapkan menciptakan ribuan lapangan kerja terampil dan menggerakkan ekosistem industri pertahanan nasional.
Sejak penandatanganan awal kontrak pada April 2024, tahap persiapan terus berjalan, mulai dari desain teknis, pengadaan awal komponen utama, hingga perencanaan industri. Dalam beberapa minggu mendatang, tukang las dari PT PAL akan dikirim ke Prancis untuk mengikuti pelatihan teknis mendalam, sementara lebih dari lima puluh ahli Naval Group akan ditempatkan di Indonesia guna melatih sekitar 400 insinyur lokal dalam konstruksi kapal selam.
Ketua dan CEO Naval Group, Pierre Éric Pommellet, menyebut implementasi kontrak ini sebagai tonggak penting dalam membangun aliansi strategis antara Indonesia dan Prancis. Ia menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung visi Indonesia membentuk industri angkatan laut yang modern dan berdaulat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Utama PT PAL, Dr. Kaharuddin Djenod, menyatakan bahwa keputusan pemerintah untuk membiayai sepenuhnya proyek ini melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) merupakan bukti kepercayaan terhadap kemampuan teknologi dalam negeri. Ia menilai proyek ini akan menjadi katalis bagi kebangkitan industri pertahanan laut nasional.
Kerja sama ini juga diperkuat lewat sejumlah Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 12 Juni 2025 antara Naval Group dan mitra industri pertahanan Indonesia, termasuk perjanjian dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meluncurkan program penelitian dan pengembangan bersama di bidang teknologi pertahanan maritim.
Sebagai bagian dari konsolidasi kehadiran industri di Indonesia, Naval Group juga membentuk anak usaha lokal bernama PT Naval Group Nusantara pada 1 Juli 2025. Perusahaan ini akan bertanggung jawab atas koordinasi seluruh kegiatan teknologi dan industri Naval Group di Indonesia, serta menjadi jembatan komunikasi antara pihak Indonesia dan Prancis dalam pelaksanaan proyek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program ini diluncurkan dalam konteks kawasan Indo-Pasifik yang tengah mengalami dinamika strategis. Dalam pameran Indo Defense 2025, Tiongkok menawarkan tiga kapal selam kelas Yuan Tipe 039A kepada Indonesia sebagai bagian dari program Kelas Kapal Selam Interim Readiness (IRSC), guna menjembatani kebutuhan operasional Indonesia sambil menunggu rampungnya pembangunan kapal Scorpène.
Saat ini, armada kapal selam Indonesia terdiri dari empat unit kelas Nagapasa yang dibangun dengan bantuan Korea Selatan. Kapal-kapal tersebut kini memasuki usia operasional yang mulai menua, menghadapi tantangan modernisasi dan pemeliharaan. Melalui proyek Scorpène Evolved, Indonesia tak hanya berusaha mengatasi kebutuhan militer jangka pendek, tapi juga membangun kapabilitas jangka panjang yang mampu memproduksi dan mengelola sistem pertahanan maritim secara mandiri.
Program ini mencerminkan upaya strategis Indonesia untuk memperkuat kendali nasional atas keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik sekaligus menjadi tonggak penting dalam mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!