Indonesia Harus Perkuat Pangan dengan Teknologi Canggih
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiMentan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi pada 23 dan 24 Juli 2025, dalam rangka program penanaman padi di Kabupaten Kerinci.
Mentan mengatakan, Kementan saat ini memprioritaskan pengembangan tanaman gandum sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementan mengidentifikasi gandum sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Untuk mendukung rencana ini, kementerian telah mengirim delegasi ke Yordania dan Brasil untuk melakukan studi agro-iklim.
Selain itu, Kementan juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mendukung penelitian dan pengembangan tanaman gandum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Amran, Kabupaten Kerinci merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan tanaman gandum karena memiliki ketinggian lebih 800 mdpl.
"Dengan mempertimbangkan ketinggian wilayah yang mencapai lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, terdapat potensi yang signifikan untuk pengembangan budidaya gandum," katanya.
Uji coba ini direncanakan seluas 200 hektare di Jambi, kemudian akan dilanjutkan dengan uji coba seluas 200 hektare di Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Riau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Amran mempertimbangkan untuk mengimpor bibit dari Brasil, yang telah dilakukan sebelumnya. Dia berharap produksi dapat mencapai 20 ton, dan generasi mendatang dapat melanjutkan upaya itu.
“Menarik, diharapkan hal ini dapat menjadi legacy sejarah Indonesia, bukan hanya sejarah Jambi, melainkan sejarah Indonesia yang dipelopori oleh Jambi,” harapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!