Jangan Hanya Begitu-begitu, Kopdes Merah Putih Harus Banyak Terobosan agar Mampu Menciptakan Bisnis Baru
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 00:35 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih baru saja diresmikan pemerintah. Kalau mau berguna, kopdes jangan hanya begitu-begitu seperti yang sudah-sudah. Kalau seperti itu, kopdes segera gulung tikar. “Kopdes Merah Putih harus kreatif, punya banyak terobosan agar menciptakan bisnis baru, sehingga benar-benar bermanfaat bagi perekonomian kampung,” tandas ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, Senin.
Koperasi desa merah putih perlu menciptakan lini bisnis baru demi dampak yang lebih optimal. "Kopdes didorong untuk menciptakan bisnis baru, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi," kata Wijayanto.
Menurutnya, bila kopdes merah putih mengambil alih bisnis eksisting, dampak pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan minimal atau menimbulkan inefisiensi. "Perputaran uang memang akan terjadi. Tetapi jika bisnis kopdes tidak berkembang, perputaran uang tersebut akan berakhir dan meninggalkan kredit macet," ujarnya.
Selain memastikan kopdes mengisi lini bisnis baru, rencana bisnis kopdes juga harus dijaga agar jelas dan terukur. Pemberian kredit oleh bank Himbara pun perlu memperhatikan kelayakan bisnis tersebut. Wijayanto juga menekankan unsur politis harus dihindari dalam rencana bisnis kopdes.
Di samping itu, Wijayanto berpendapat pelaksanaan kopdes merah putih perlu melakukan piloting, misalnya dengan fokus pada 100-1.000 kopdes sebagai percontohan. Dengan begitu, pemerintah bisa mengevaluasi aspek yang perlu diperbaiki dari kopdes merah putih, sehingga diperoleh model kopdes yang tepat sebelum dilipatgandakan secara masif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting," tutur dia.
Sebelumnya, Presiden meluncurkan kelembagaan 80 ribu unit koperasi merah putih di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin. Presiden mengatakan peluncuran 80 ribu koperasi desa dan kelurahan ini sebagai upaya untuk memperpendek rantai distribusi dan aliran bahan-bahan untuk masyarakat.
Koperasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para petani, peternak, maupun nelayan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 81.140 unit kopdes/kopkel merah putih telah terbentuk di seluruh Indonesia, dengan 80.081 di antaranya telah berbadan hukum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain unit-unit koperasi yang telah terbentuk, pemerintah juga telah menyiapkan 108 koperasi percontohan yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lainnya. Mulai 22 Juli, koperasi percontohan tersebut telah dapat mengakses pembiayaan melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) dari bank Himbara.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terbanyak secara nasional. Presiden mengatakan, baru 103 KDMP yang siap beroperasi di seluruh Indonesia, di mana 23 di antaranya berada di Jawa Timur dan sudah aktif melayani masyarakat.
"Data tersebut bukan lagi siap, tapi seluruhnya sudah mulai beroperasi. Ini artinya Jawa Timur menjadi yang terbaik dalam percepatan program pemerintah," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dia mengatakan ini saat meresmikan KDMP Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Senin.
Pemerintah Provinsi Jatim menilai, kehadiran koperasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat akses ekonomi kerakyatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!