Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ICJ akan Keluarkan Putusan Penting terkait Perubahan Iklim, Efektifkah?

📅 Senin, 21 Jul 2025, 11:07 WIB | Oleh:

Dalam pertempuran "Daud melawan Goliath", negara-negara ekonomi maju dan negara-negara berkembang berselisih di ICJ selama sidang bulan Desember mengenai kasus tersebut.

Istana Perdamaian yang ikonik di Den Haag, tempat kedudukan ICJ, menjadi tuan rumah bagi lebih dari 100 pengajuan lisan -- jumlah terbesar yang pernah ada, yang banyak di antaranya berasal dari negara-negara kecil yang baru pertama kali hadir.

"Ini mungkin kasus paling penting dalam sejarah umat manusia," kata perwakilan Vanuatu, Ralph Regenvanu, saat membuka sidang selama dua minggu.

"Hasil dari proses ini akan berdampak lintas generasi, menentukan nasib bangsa seperti bangsa saya dan masa depan planet kita," ujarnya kepada panel yang beranggotakan 15 hakim.

Para pencemar utama berpendapat bahwa Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) sudah memadai dan pedoman baru tentang kewajiban negara tidak diperlukan.

Perwakilan AS Margaret Taylor mengatakan kerangka kerja ini adalah "ekspresi terkini dari persetujuan negara-negara untuk terikat oleh hukum internasional terkait perubahan iklim".

Taylor mendesak pengadilan "untuk memastikan pendapatnya menjaga dan mempromosikan sentralitas rezim ini".

Pembicara dari India bahkan lebih eksplisit.

"Pengadilan harus menghindari penciptaan kewajiban baru atau tambahan di luar kewajiban yang sudah ada di bawah rezim perubahan iklim," kata Luther Rangreji.

Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump sejak itu menarik pendanaan untuk UNFCCC dan menarik diri dari pakta bersejarahnya, perjanjian iklim Paris.

Kuburan Berair

Namun, negara-negara yang lebih kecil mengatakan kerangka kerja ini tidak cukup untuk mengurangi dampak buruk perubahan iklim.

"Karena permukaan laut naik lebih cepat dari yang diperkirakan, kondisi-kondisi ini harus berhenti. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Budidaya Sayuran Hidroponik...
Ekonomi
Produksi Seragam Sambut Tah...

Hutan Kota Rorotan

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Hutan Kota Rorotan
Nasional
Kompetensi Digital Tenaga K...
Nasional
RI Masih Kekurangan 561 Rib...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.