ICJ akan Keluarkan Putusan Penting terkait Perubahan Iklim, Efektifkah?
📅 Senin, 21 Jul 2025, 11:07 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: The Conversation
DEN HAAG - Mahkamah Agung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Rabu (23/7) akan menyerahkan cetak biru hukum global yang penting untuk menanggulangi perubahan iklim, yang juga menetapkan tanggung jawab para pencemar utama terhadap negara-negara yang paling menderita.
Mahkamah Pidana Internasional (ICJ) telah ditugaskan untuk menyusun kewajiban negara-negara untuk mencegah perubahan iklim dan konsekuensi bagi para pencemar yang emisinya telah merusak planet ini.
Para ahli mengatakan ini adalah yang paling signifikan dari serangkaian putusan terkini tentang perubahan iklim dalam hukum internasional, dengan dampak potensial yang besar bagi negara dan perusahaan di seluruh dunia.
Negara-negara yang rentan terhadap iklim dan kelompok-kelompok kampanye berharap hal ini akan memiliki konsekuensi hukum yang luas dalam perang melawan perubahan iklim, menyatukan hukum yang ada, membentuk undang-undang nasional dan internasional, dan berdampak pada kasus pengadilan saat ini.
"Ini akan menjadi kompas yang dibutuhkan dunia untuk memperbaiki arah," kata Vishal Prasad, direktur Pacific Islands Students Fighting Climate Change.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini akan memberi kekuatan baru bagi litigasi iklim, menginspirasi kebijakan nasional yang lebih ambisius, dan membimbing negara-negara menuju keputusan yang menegakkan kewajiban hukum mereka untuk melindungi manusia dan planet," kata Prasad.
Namun, beberapa kritikus berpendapat putusan itu tidak akan berdaya, karena pendapat penasihat ICJ tidak mengikat dan pencemar besar dapat memilih untuk mengabaikannya begitu saja.
Tindakan dan Kelalaian
Sebaiknya Anda baca juga:
PBB, yang didorong oleh negara kepulauan kecil Vanuatu, meminta pengadilan untuk menjawab dua pertanyaan.
Pertama, apa kewajiban negara berdasarkan hukum internasional untuk melindungi iklim bumi dari emisi gas rumah kaca yang mencemari?
Kedua, apa konsekuensi hukum bagi negara yang "melalui tindakan dan kelalaiannya telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem iklim dan bagian lingkungan lainnya?"
Pertanyaan kedua secara eksplisit dikaitkan dengan kerusakan yang disebabkan perubahan iklim terhadap negara-negara kecil dan lebih rentan serta penduduknya.
Hal ini berlaku bagi negara-negara yang menghadapi bencana cuaca yang semakin merusak dan khususnya bagi negara-negara kepulauan yang terancam oleh naiknya permukaan air laut seperti di Samudra Pasifik.
Daud Melawan Goliat
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!