Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Investment Conference (IIC) 2025 Bahas Tuntas Hilirisasi Industri Keuangan

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 03:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Investment Conference (IIC) 2025 Bahas Tuntas Hilirisasi Industri Keuangan Doc: Antara
Ket. Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu menghadiri Konferensi Pers Indonesia Re International Conference 2025 di Jakarta, Kamis (17/6).

Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono hingga Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria dijadwalkan menghadiri Indonesia Re International Conference (IIC) 2025 pada Selasa (22/7) mendatang untuk membahas hilirisasi sektor keuangan, khususnya asuransi dan reasuransi.

Konferensi yang digelar oleh PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re tersebut juga akan menghadirkan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun serta Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono.

“Kami akan membahas hilirisasi industri keuangan, bukan hilirisasi proses produksi (sektor riil). Hilirisasi ini kan proses penguatan di hilir, dan kami reasuransi itu kan posisinya di hilir, paling belakang (dalam industri asuransi),” kata Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu, dikutip di Jakarta, Jumat (18/7).

Ia mengatakan tidak hanya perusahaan asuransi yang perlu upaya penguatan, tapi juga perusahaan reasuransi, mengingat adanya defisit neraca dagang industri reasuransi hingga Rp12,10 triliun pada 2024.

Selain tema hilirisasi dan defisit neraca berjalan, ia menuturkan konferensi internasional tersebut juga akan membahas perkembangan ekonomi makro dari sisi regulator, pemerintah, dan pengamat ekonomi.

“Kenapa ini menjadi penting? Sekarang kita sama-sama tahu ya kondisi makro kita sedang mengalami tekanan, baik internal maupun eksternal, global maupun domestik,” ujar Benny.

Ia menuturkan bahwa event tersebut juga akan membahas pentingnya penerapan data dan teknologi dalam industri asuransi dan reasuransi.

Menurutnya, data menjadi faktor penting terkait pengambilan keputusan dalam industri tersebut, termasuk penentuan nilai premi. Sementara teknologi dibutuhkan untuk menyederhanakan pengumpulan dan pengolahan data tersebut.

“Melalui IIC, yang kali ini diselenggarakan untuk keempat kalinya, kami ingin menjadi center of knowledge and excellence dalam industri perasuransian nasional,” ucap Benny Waworuntu.

Narasumber lain yang juga dijadwalkan hadir antara lain dari Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BPJS Kesehatan, BNI, CORE Indonesia, Guy Carpenter, AON, Korea Insurance Development Institute (KIDI), dan EY Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.