Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerakan Indonesia Memasak Menargetkan 100.000 Perempuan

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 22:25 WIB | Oleh:
Gerakan Indonesia Memasak Menargetkan 100.000 Perempuan Doc: Antara

Semarang - Gerakan Indonesia Memasak (GIM) Mustika Rasa yang diinisiasi Foodbank of Indonesia (FOI) atau Yayasan Lumbung Pangan Indonesia dan dinas terkait menargetkan setidaknya 100.000 perempuan dari seluruh Indonesia.

Pendiri FOI M Hendro Utomo di Semarang, Sabtu, mengatakan gerakan tersebut memang diluncurkan pertama kali di Kota Semarang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.

"Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap konsumsi pangan lokal dan menghadirkan pengalaman memasak yang menyenangkan," katanya.

Menurut dia, gerakan yang mendorong untuk kembali memasak memang perlu digalakkan, sebab Indonesia kaya dengan bahan pangan lokal, terutama rempah.

"Seperti kata Bung Karno (Presiden Sukarno), Indonesia kaya dengan bahan pangan, harusnya di Indonesia enggak boleh ada yang kelaparan. Kemudian Bung Hatta (Wapres M Hatta) menyampaikan keadilan sosial. Artinya, tidak boleh menikmati sendirian," katanya.

Dengan memasak, kata dia, maka sampah kemasan makanan berkurang, inflasi menjadi rendah, dan yang terpenting generasi muda Indonesia tumbuh sehat.

"Makanan beli enggak apa-apa, untuk referensional. Tapi, produsen juga dirangkul untuk menggunakan bahan-bahan lokal. Target kami ada 100 ribu orang nanti sampai peringatan Hari Ibu. Gerakan ini dimulainya dari Semarang," katanya.

Selain Semarang, GIM Mustika Rasa juga berlangsung di 69 kabupaten/kota se-Indonesia, dan 18 daerah di antaranya di Jateng, seperti Pati, Rembang, Pekalongan, Tegal, Magelang, Solo, Klaten, Boyolali, Purworejo, Wonosobo, dan Purbalingga.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Melalui gerakan ini, para ibu dan perempuan diajak untuk bagaimana mengumpulkan, meramu, mengolah bahan pangan, menyajikan, dan membagikan. Bagaimana memasak itu menyenangkan," kata Hendro.

Kepala Dishanpan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan mengatakan bahwa generasi muda, terutama ibu-ibu muda memang perlu digerakkan kembali untuk memasak.

Ia mengingatkan bahan pangan lokal diangkat kembali dalam masakan yang disajikan oleh para ibu untuk keluarganya karena manfaatnya banyak sekali.

"Kalau memasak sendiri, masakan yang disajikan kan higienis, komponen mutu gizi dan mineral terpenuhi, dan harganya tidak mahal. Artinya, sehat dan murah," katanya.

Dengan demikian, Endang berharap anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi muda yang sehat, kuat, tangguh, dan produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Panen Perdana Sorgum di Bogor
    Preview komentar:
    Nomor Telepon Call Center (Easycash) 24 Jam ...
    Hubugi Nomor WhatsApp (Shopee Spinjam) layanan Customer Service ...
  • Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
  • Rusun Manggarai Dibangun 24 Lantai, KAI Targetkan Rampung dalam 18 Bulan
    Preview komentar:
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
    Cara Bukak blokir Bank BTN Syariah di Aplikasi ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Pameran Indonesia Custom Sh...
Luar Negeri
Norwegia Khawatir AS Bakal ...

Pagelaran Sabang Merauke

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pagelaran Sabang Merauke
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.