Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Ambang, Keanekaragaman Hayati Sulawesi

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 07:35 WIB | Oleh:
Gunung Ambang, Keanekaragaman Hayati Sulawesi Doc: Antaranews
Ket. Gunung Ambang di Sulawesi Utara.

SUMBER mata air dari Danau Moat salah satunya berasal dari kawasan Gunung Ambang yang berada di sisi timur perairan ini. Gunung ini terletak di perbatasan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), dan Kabupaten Minahasa Selatan Sulawesi Utara.

Berada di kawasan Cagar Alam Gunung Ambang, jalur pendakian menawarkan keindahan alam yang menakjubkan sekaligus petualangan mendaki yang menantang. Dengan ketinggian sekitar 1.795 meter di atas permukaan laut (mdpl), menjadikannya salah satu destinasi favorit bagi pecinta alam dan pendaki.

Bagi pemula atau wisatawan biasa Gunung Ambang memiliki jalur pendakian yang relatif ramah. Jalur ini melewati hutan tropis yang lebat dengan udara sejuk yang kaya oksigen serta suasana hutan yang masih asri.

Dalam perjalanan pendaki bisa menjumpai kabut dan embun tebal yang sering turun, menciptakan sensasi “negeri di atas awan.” Tanah basah dan akar-akar pohon yang membentuk jalur alami menantang. Pemandangan lainnya berupa sumber air jernih, air terjun kecil, dan padang rumput liar di beberapa spot.

Jika beruntung bisa menjumpai keanekaragaman hayati Sulawesi, dan merupakan salah satu titik penting untuk penelitian flora dan fauna endemik dai garis Wallacea. Beberapa fauna khas yang ada adalah Tarsius spectrum (monyet hantu mini), rangkong, burung julang Sulawesi, maleo, yaki atau monyet hitam Sulawesi, ular dan katak endemik dan lainnya.

Faunanya berupa anggrek liar, kantong semar (nepenthes), rafflesiana kecil, lumut tebal dan tumbuhan paku raksasa. Karena keunikannya, pada peneliti dari luar negeri (terutama Inggris dan Jerman) sering melakukan ekspedisi biologis di kawasan ini.

Jalur Pendakian Gunung Ambang dimulai dari Desa Bongkudai, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Perjalanan menuju puncak dari desa ini biasanya memakan waktu sekitar 3–5 jam, tergantung pada kondisi fisik pendaki. Salah satu daya tarik utama Gunung Ambang adalah puncaknya yang dikenal dengan sebutan “Puncak Unta.” Dinamakan demikian karena bentuk jalurnya yang menyerupai punggung atau leher unta. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...

Ada Apa Kemendagri dan KPK Bentuk Klaster Integritas Pemda?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...
Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Polres Lombok Timur Pantau Pembelian BBM di SPBU

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...

Rupiah Masih Rentan, 5 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...
Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.