Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bansos Cuma Plester Luka, Kemiskinan Jakarta Sudah Kronis!

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bansos Cuma Plester Luka, Kemiskinan Jakarta Sudah Kronis! Doc: antara
Ket. Bansos Bukan Solusi Atasi Kemiskinan Jakarta

JAKARTA – Target Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat hingga di angka 1,82-2,91 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 sulit terealisasi. Telebih lagi, jika pemprov hanya mengandalkan program bantuan sosial (Bansos).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menegaskan pengentasan kemiskinan itu bukan melalui pemberian Bansos. "Kebijakan populis itu hanya berdampak temporer," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Kamis (17/7).

Kemiskinan, terangnya, disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya pendidikan, kurangnya keterampilan, dan konsep diri yang negatif. Sementara faktor eksternal mencakup kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendapatan, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, serta ketidakadilan sosial

Menurut Esther, solusi pengentasan kemiskinan adalah dengan meningkatkan skill sumber daya manusia (SDM), kemudian memperluas akses pendidikan murah atau gratis, lalu memperbanyak penciptaan lapangan pekerjaan dan pemberdayaan masyarakat.

Senada, pemerhati masalah kemiskinan Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi mengatakan, penanganan kemiskinan Jakarta perlu lebih elaborative, bukan melalui pendekatan moneteris semata. Karenanya, diperlukan pembangunan ekonomi secara inklusif dengan melibatkan partisipasi luas warga.

Menurut dia, Jakarta memiliki potensi ekonomi dan SDM luar biasa. Hal itu harus bisa menjadi ajang kolaboratif untuk membuka ruang perubahan mental kelompok miskin menjadi para enterpreuner sehingga dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar.

"Bantuan sosial harus dibarengi langkah intervensi secara sistematis, terutama akses pendidikan, pelatihan kerja dan kesempatan untuk membangun jejaring sosial yang memungkinkan membuka kesempatan untuk berkembang," ucap Hafidz.

Pemberdayaan Masyarakat

Untuk itu, lanjutnya, pemprov DKI semestinya fokus pada pemberdayaan berbasis komunitas di kampung dengan melahirkan enterpreuner dan skill hub. Nantinya, mereka saling terkoneksi dengan ekosistem bisnis di Jakarta.

Dengan begitu, kelompok miskin, khususnya kalangan muda lebih siap beradaptasi di ekosistem metropolitan, sementara untuk kalangan yang lebih tua bisa didorong untuk memperkuat ekonomi kolektif semacam koperasi warga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta sekaligus Wakil Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin mengatakan periode 2025-2029 menjadi tahap awal transformasi DKI Jakarta dalam mewujudkan visi 2045. Salah satu sasarannya, mencapai tingkat kemiskinan di angka 0-0,5 persen.

"Tingkat kemiskinan ditargetkan membaik hingga di angka 1,82-2,91 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

4 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.