Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Jangan Sampai Meluas! Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Hutan

📅 Sabtu, 22 Agu 2026, 00:40 WIB | Oleh:
Karhutla Jangan Sampai Meluas! Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Hutan Doc: Antara foto/HO-DKIP Bulungan
Ket. Bupati Bulungan Syarwani mengecek peralatan untuk kesiapsiagaan penanganan karhutla di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (20/8).

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani menegaskan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dideteksi dan ditangani sedini mungkin.

“Kemarin (20/8) kita melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla di Halaman Kantor Camat Tanjung Palas Barat,” ujar dia di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat.

Dia menjelaskan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, akan tetapi diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemegang izin lahan, masyarakat hingga para pemangku kepentingan lainnya.

“Pencegahan jauh lebih penting, sehingga setiap potensi kebakaran harus dapat kita deteksi dan tangani sedini mungkin. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan harus kita bangun bersama,” katanya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menyelenggarakan apel kesiapsiagaan dengan gelar pasukan, peralatan, simulasi hingga sosialisasi penanganan karhutla.

“Ini sebagai upaya kita memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta para pemegang perizinan atau perusahaan yang memiliki aktivitas di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Syarwani menilai sinergi dan kolaborasi penanganan karhutla penting, sebab kondisi geografis dan luas Kabupaten Bulungan membutuhkan kesiapan personel maupun sarana prasarana yang memadai.

Koordinasi antar-wilayah dan antar-instansi, katanya, perlu terus diperkuat, terutama wilayah yang memiliki potensi karhutla.

Ia juga mengingatkan para pemegang perizinan lahan agar menjalankan tanggung jawab menjaga wilayah kerja masing-masing.

Ia mengharapkan perusahaan tidak hanya memiliki personel dan peralatan pemadam, tetapi juga membangun sistem pencegahan serta respons cepat apabila terjadi titik api.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun apabila terjadi, harus ada respons cepat dan koordinasi yang baik agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” katanya.

Selain itu, katanya, masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla.

“Peran masyarakat sangat penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran. Mari kita jaga lingkungan dan wilayah kita dari karhutla,” ujar Syarwani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Russia Kebal Krisis Pangan ...
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Advertisement
Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

Bebas dari Jalur Neraka, Jalan Parung Panjang Rampung Diperbaiki, Truk ODOL Dilarang Melintas!

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.