Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Ketipu! Ini Cara Bongkar Beras Oplosan yang Dijual Premium!

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 13:35 WIB | Oleh:
Awas Ketipu! Ini Cara Bongkar Beras Oplosan yang Dijual Premium! Doc: Freepik

JAKARTA - Waspada saat beli beras premium! Tak semua yang tertulis premium di kemasan benar-benar berkualitas tinggi. Di balik tampilannya yang menggoda, bisa jadi itu beras oplosan yang dicampur beras medium untuk mengejar untung.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan cara mendeteksi beras palsu yang dijual sebagai premium. Menurutnya, perbedaan paling mencolok terlihat dari jumlah butiran patah atau broken rice. 

“Kalau premium asli, berasnya lebih utuh, hanya sedikit patahan,” jelas Amran. 

Dalam standar resmi, beras premium hanya boleh mengandung maksimal 15 persen beras patah.

Selain itu, kadar air juga jadi penanda penting. Beras premium biasanya punya kadar air maksimal 14 persen, membuatnya lebih kering dan tahan lama. 

“Bentuknya pun utuh, tidak mudah remuk,” tambah Amran.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, juga angkat bicara. Dia menyebut ciri fisik beras oplosan bisa dikenali dengan mata telanjang. 

“Kalau terlihat banyak patahannya, itu hampir pasti medium, bukan premium,” tegasnya. 

Beras medium umumnya memiliki patahan sampai 25 persen, bahkan lebih.

Lalu bagaimana cara cepat membedakan saat beli di pasar atau toko? Cek harganya! Jika beras dijual di kisaran Rp 14.000–Rp 16.000/kg, besar kemungkinan itu premium. 

Tapi kalau harganya lebih miring, seperti Rp 12.000/kg atau bahkan dibagi diskon jadi Rp 6.000/kg, kemungkinan besar itu kualitas medium atau submedium.

Pemerintah sebenarnya sudah punya aturan ketat terkait standar kualitas beras, tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023. Ini dia bocorannya!

Beras Premium
Derajat sosoh ? 95 persen
Kadar air ? 14 persen
Butir menir ? 0,5 persen
Patah maksimal 15 persen
Gabah 0 persen

Beras Medium
Derajat sosoh ? 95 persen
Kadar air ? 14 persen
Butir menir ? 2 persen
Patah maksimal 25 persen
Gabah ? 1 persen

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.