Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada 44 Juta Pengangguran, Survei Sebut Kaum Muda RI Pesimis soal Masa Depan

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 13:15 WIB | Oleh:

Para ekonom menunjuk berbagai faktor penyebab tingginya angka pengangguran muda di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini, mulai dari undang-undang ketenagakerjaan yang kaku sehingga sulit merekrut tenaga kerja, hingga upah rendah yang tidak mampu menarik tenaga kerja cakap.

“Banyak orang memilih untuk berada di luar pasar tenaga kerja daripada harus bekerja dengan gaji di bawah ekspektasi,” ujar Adinova Fauri, ekonom di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indonesia, di Jakarta.

“Pekerjaan yang baik juga tidak tersedia secara luas, sehingga orang beralih ke sektor informal, yang memiliki produktivitas dan perlindungan yang lebih rendah.”

Indonesia, yang merupakan rumah bagi lebih dari 280 juta orang, telah lama berjuang dengan pengangguran kronis di kalangan pemuda.

Meskipun masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini, pemerintah selama bertahun-tahun, membuat beberapa kemajuan dalam memberi lebih banyak pekerjaan kepada kaum muda – bahkan satu dekade lalu, seperempat dari penduduk muda Indonesia diperkirakan tidak memiliki pekerjaan.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto, telah mengakui perlunya menciptakan lebih banyak lapangan kerja, membentuk gugus tugas untuk mengatasi pengangguran dan bernegosiasi tentang perdagangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pada hari Rabu (16/7), Prabowo memuji dimulainya “era baru yang saling menguntungkan” bagi Indonesia dan AS, setelah Trump mengumumkan kesepakatan untuk menurunkan tarif barang-barang Indonesia dari 32 menjadi 19 persen.

Meskipun orang lanjut usia memiliki risiko lebih rendah untuk menjadi pengangguran – tingkat pengangguran di Indonesia secara keseluruhan sekitar 5 persen – sebagian besar pekerjaan yang tersedia tidak stabil dan kompensasinya rendah.

Sekitar 56 persen angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor informal, menurut angka tahun 2024 dari Biro Statistik, yang menyebabkan jutaan orang berada dalam kondisi rentan dan tanpa perlindungan jaminan sosial.

“Penurunan angka pengangguran terbuka belum tentu mencerminkan kinerja pasar tenaga kerja yang baik,” ujar Deniey Adi Purwanto, dosen Departemen Ilmu Ekonomi Universitas IPB di Bogor.

“Kualitas pekerjaan dan ketenagakerjaan informal masih menjadi masalah utama.”

Namun bagi kaum muda, ketidaksesuaian antara jumlah pencari kerja dan pekerjaan sangatlah parah.

“Pertama, lulusan pendidikan menengah dan tinggi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, dan tingkat informalitasnya juga masih tinggi,” ujar Purwanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.