Prabowo: Boeing Dibeli untuk Besarkan Garuda Indonesia
📅 Kamis, 17 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/Galih Pradipta
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa komitmen pembelian pesawat Boeing merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional.
Komitmen pembelian pesawat Boeing tersebut merupakan salah satu kesepakatan yang dihasilkan dari negosiasi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif impor.
"Memang kita kan perlu (pesawat Boeing) untuk membesarkan Garuda, Garuda adalah kebanggaan kita," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7).
Seperti dikutip dari Antara, Prabowo menilai Garuda Indonesia memiliki peran simbolik sebagai pembawa identitas bangsa yang lahir pada masa perjuangan kemerdekaan.
Oleh karena itu, Prabowo menilai penting untuk memperkuat armada maskapai Garuda Indonesia melalui pengadaan pesawat-pesawat baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, Garuda harus menjadi lambang Indonesia. Kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda dan untuk itu ya kita butuh pesawat-pesawat baru," kata Presiden.
Menurut Kepala Negara, kebutuhan Indonesia terhadap pesawat baru sejalan dengan penawaran yang diberikan oleh pihak Boeing.
"Saya kira enggak ada masalah karena kita butuh, mereka ingin jual. Pesawat Boeing juga cukup bagus, kita juga tetap dari Airbus," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia juga masih membutuhkan berbagai produk impor dari AS, seperti bahan bakar minyak, gas, hingga gandum dan kedelai.
"Jadi, akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan, kita juga butuh sebagai contoh kita masih impor BBM, kita masih impor gas, kita masih perlu impor gandum, kita masih perlu impor kedelai dan sebagainya. Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan," kata Prabowo.
Kunjungan Kenegaraan
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa lawatan luar negerinya selama 15 hari ke sejumlah negara menghasilkan capaian bagus dan produktif di berbagai bidang.
"Alhamdulillah, saya tiba kembali di tanah air setelah kalau tidak salah 15 hari, lumayan ya. Saya pergi cukup lama, tapi alhamdulillah apa yang kita hasilkan cukup bagus," ujarnya.
Ia menuturkan, lawatannya dimulai dengan melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. Di sana, dirinya bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) dan sejumlah pimpinan kerjaan lainnya.
Presiden lalu melanjutkan kunjungan ke Brazil untuk menghadiri KTT BRICS sebagai anggota dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!