Indonesia Lanjutkan Negosiasi dengan AS soal Tarif, Jet, dan Mineral Penting
📅 Kamis, 17 Jul 2025, 17:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Indonesia akan melanjutkan pembicaraan intensif dengan Amerika Serikat terkait tarif sektoral, pembelian pesawat, dan kerja sama mineral penting, setelah sebelumnya berhasil mengamankan tarif dasar sebesar 19 persen untuk ekspor ke pasar AS. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mari Elka Pangestu, penasihat Presiden Prabowo Subianto di bidang perdagangan internasional dan kerja sama multilateral, pada Kamis.
Dalam wawancara dengan Bloomberg TV bersama Haslinda Amin, Mari menyampaikan bahwa Indonesia akan terus bernegosiasi secara konstruktif demi memperluas hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya peningkatan hubungan bisnis, kerja sama dalam diversifikasi rantai pasok mineral strategis, dan negosiasi tarif sektoral untuk komoditas seperti aluminium dan baja.
Sejumlah kesepakatan bisnis besar turut dikaitkan dengan proses negosiasi tarif tersebut, termasuk rencana PT Garuda Indonesia untuk membeli puluhan pesawat buatan Boeing Co. Namun menurut Mari, kesepakatan tersebut masih bergantung pada proses komersial yang berjalan secara terpisah dan belum difinalisasi secara resmi.
"Ini semua adalah kesepakatan komersial yang, tentu saja, harus dilakukan dengan persyaratan kompetitif dan bisnis-ke-bisnis. Ada hal-hal yang sedang dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kemampuan Garuda, tentu saja, untuk membeli jet-jet Boeing ini," ujarnya.
Rencana pembelian pesawat itu menjadi bagian dari proses panjang dalam upaya memulihkan dan merevitalisasi Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional setelah mengalami tekanan finansial berat tahun lalu. Pemerintah mendukung transformasi tersebut sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan tarif antara Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto yang diumumkan pada awal pekan ini turut mencakup pembebasan bea masuk atas produk impor AS ke Indonesia. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia juga berkomitmen membeli produk-produk energi dan pertanian Amerika Serikat senilai lebih dari 19 miliar dolar AS.
Kesepakatan tersebut menjadi salah satu yang pertama diumumkan secara terbuka di tengah putaran negosiasi bilateral yang dilakukan AS dengan puluhan negara lain. Hal ini menandakan peran strategis Indonesia dalam menjaga keseimbangan hubungan ekonomi global, terutama antara Amerika dan Tiongkok, serta posisi Asia Tenggara sebagai wilayah kunci dalam lanskap perdagangan dunia.
Mari Elka Pangestu, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan akses lebih besar bagi ekspor AS terhadap komoditas yang tidak secara langsung bersaing dengan produksi dalam negeri atau yang memang belum dapat dipenuhi secara lokal, seperti gandum dan kapas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini bukan tentang membuka diri sepenuhnya dan menyerahkan segalanya kepada AS. Ini lebih bernuansa dan berimbang daripada apa yang mungkin tampak bagi orang luar," tuturnya.
Para pejabat menyatakan bahwa dampak dari kesepakatan ini terhadap jumlah total impor diperkirakan tidak akan signifikan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh kebijakan perdagangan tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri tanpa mengabaikan pentingnya hubungan internasional yang strategis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!