Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ups…Donald Trump Bakal Menerima Nobel Perdamaian?

📅 Senin, 14 Jul 2025, 13:17 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pada tahun 2024 dan 2025, dia secara terbuka mengancam akan menaikkan tarif 100 persen terhadap negara-negara tersebut, dan baru-baru ini menambah ancaman tarif sebesar 10 persen lagi, terutama setelah kelompok BRICS mengusulkan reformasi IMF dan mempertanyakan dominasi dolar sebagai mata uang utama.

Menteri keuangan dari negara-negara BRICS pun menyatakan bahwa kebijakan tarif tersebut justru membawa ketidakpastian ekonomi global dan mengancam kestabilan perdagangan internasional.

Kebijakan imigrasi yang keras juga menjadi salah satu titik lemah Trump dalam upaya meraih Nobel. Larangan masuk bagi warga dari beberapa negara mayoritas Muslim dan kebijakan pemisahan keluarga di perbatasan dianggap bertentangan dengan semangat kemanusiaan.

Banyak kelompok HAM internasional mengecam kebijakan ini, dan bagi sebagian orang, hal ini menjadi bukti bahwa retorika perdamaian tidak sejalan dengan tindakan konkret dalam negeri.

Salah satu dinamika paling sensitif dalam pencalonan Trump sebagai penerima Nobel adalah perannya dalam konflik Israel dan Palestina.

Meskipun ia berupaya mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, kenyataannya, dukungannya yang besar terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, justru menjadi penghalang.

Netanyahu yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional atas dugaan kejahatan perang di Gaza, datang ke Gedung Putih dengan membawa surat nominasi Nobel bagi Trump, mempertegas hubungan politis yang rumit dan membuat mimpi Trump meraih Nobel tampak kontradiktif.

Trump memiliki ambisi besar untuk memperluas Abraham Accords dengan mengikutsertakan Arab Saudi, namun hingga kini, upaya itu belum membuahkan hasil. Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, menegaskan bahwa negaranya tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun dengan Israel, sebelum ada komitmen tegas untuk mendirikan negara Palestina.

Di sisi lain, Netanyahu sebagai sekutu Trump justru menjadi penghalang utama, karena secara politik ia dikenal menolak gagasan negara Palestina.


Dua arah

Maka, menurut Kolonel Dedy, jika Trump benar-benar ingin meraih Nobel Perdamaian, ia perlu mengambil langkah nyata dalam dua arah, yakni memediasi kesepakatan diplomatik antara Israel dan Arab Saudi atau menjadi tokoh kunci dalam mewujudkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang hingga kini belum berhasil.

Hanya, jalan ke sana tidak mudah. Diperlukan tekanan besar dari negara-negara Eropa dan sekutu NATO untuk mendorong Amerika Serikat agar tegas menekan Israel dan menunjukkan komitmen serius terhadap perdamaian Palestina.

Dari perspektif Indonesia, wacana ini mengajak masyarakat di negeri ini untuk melihat bahwa perdamaian bukan sekadar soal penghargaan, melainkan soal keberanian politik untuk berpihak pada kemanusiaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...

Liverpool Memburu Mbappe Seharga Rp5,1 Triliun

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liverpool Memburu Mbappe Se...
Luar Negeri
Militer AS Siapkan Opsi Ser...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.