Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ups…Donald Trump Bakal Menerima Nobel Perdamaian?

📅 Senin, 14 Jul 2025, 13:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ups…Donald Trump Bakal Menerima Nobel Perdamaian? Doc: ist
Ket. Donald Trump

JAKARTA – Saat ini beredar rumor bahwa Presiden Amerika, Donald Trump, dijagokan menerima Nobel Perdamaian. Pertanyaan mengenai kemungkinan Donald Trump menerima Nobel Perdamaian telah memunculkan diskusi hangat di berbagai belahan dunia.

Di Indonesia sendiri, isu ini menjadi bahan refleksi menarik tentang makna perdamaian global, diplomasi internasional, dan bagaimana satu sosok pemimpin dapat mempengaruhi arah sejarah.

Meskipun wacana ini terkesan jauh dari keseharian publik Indonesia, dia sebenarnya memberi kita perspektif baru tentang kompleksitas geopolitik dunia dan nilai-nilai perdamaian yang layak diperjuangkan.

Sejumlah pencapaian diplomatik yang dilakukan Trump selama masa kepresidenannya menjadi dasar bagi pihak-pihak yang mengusulkan namanya sebagai kandidat penerima Nobel.

Kolonel Dedy Yulianto, seorang analis geopolitik yang saat ini menjabat sebagai Analis Madya Humas di Kementerian Pertahanan, menyebut ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan secara objektif.

Salah satunya, adalah inisiatif Abraham Accords yang berhasil menciptakan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Arab, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko pada tahun 2020.

Bagi banyak kalangan, ini adalah terobosan sejarah yang mengubah lanskap politik Timur Tengah. Poin kedua yang sering dikemukakan oleh pendukung Trump adalah fakta bahwa selama menjabat, Amerika Serikat tidak memulai perang baru.

Di tengah sejarah panjang intervensi militer AS di berbagai kawasan dunia, ini dianggap sebagai sebuah pencapaian strategis yang menunjukkan kehati-hatian dan pengendalian diri dalam kebijakan luar negeri.

Trump juga sempat melakukan pendekatan langsung dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serta menawarkan diri sebagai penengah dalam konflik India-Pakistan. Ini mencerminkan upaya untuk mengedepankan diplomasi, meski hasilnya tidak selalu konkret.

Meskipun demikian, banyak juga kritik keras terhadap Trump, terutama menyangkut pendekatan unilateral dan retorikanya yang cenderung provokatif.

America first

Dalam konteks global, kebijakan “America First” yang diusungnya dinilai telah merusak tatanan kerja sama multilateral. Penarikan diri Amerika Serikat dari Perjanjian Iklim Paris dan kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018 dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Bahkan, keputusan ini menuai kritik tajam dari Direktur IAEA dan negara-negara Eropa karena dianggap memperlemah diplomasi global dan membuka ruang ketegangan baru, khususnya dengan Iran.

Tidak hanya itu, gaya komunikasi Trump yang kerap memecah belah juga menjadi sorotan. Dalam berbagai forum, Trump tidak segan melontarkan ancaman tarif perdagangan terhadap negara-negara anggota BRICS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Ekonomi
Rupiah Rentan Tertekan - 08...
Megapolitan
Sebuah Gudang Onderdil di C...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.