Mimpi Anak Timor untuk Indonesia Emas: Sekolah Rakyat Jadi Cahaya Perubahan
📅 Senin, 14 Jul 2025, 10:25 WIB | Oleh: Tim PenulisKristo adalah satu dari sekian banyak anak remaja daerah di jantung Pulau Timor yang tumbuh tanpa gadget.
Selain faktor ekonomi keluarga yang pas-pasan, ayah dan ibu Kristo juga khawatir hal negatif dari teknologi menghancurkan fokus anaknya belajar, apalagi mereka sendiri tidak bisa maksimal mengawasi buah hati sepanjang waktu karena tuntutan pekerjaan sebagian besar waktu dihabiskan di luar rumah.
Memutus kemiskinan
Keputusan sang ayah untuk mempercayakan Kristo masuk SRMP adalah bentuk nyata ikhtiar keluarga kecil ini memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski masih banyak bagian yang mesti dirapikan, tapi keberadaan SRMP ini cukup menjadi lentera di tengah angka kemiskinan Kabupaten Kupang yang masih tergolong tinggi.
Berdasarkan data BPS terakhir yang diperbaharui Maret 2025, angka kemiskinan di kabupaten ini mencapai 21,37 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional yang berada di angka 8,57 persen.
Kondisi itu berbanding lurus dengan tingginya angka anak dan remaja putus sekolah di Kabupaten Kupang. Data dari kementerian pendidikan dasar dan menengah (sebelumnya Kemendikbudristek) terhitung sejak tahun 2023 sampai saat ini ada sebanyak 10.206 anak dan remaja belum pernah bersekolah, 1.509 tidak lulus sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data-data itu menegaskan bahwa betapa pentingnya kehadiran sekolah berasrama seperti Sekolah Rakyat, yang bukan hanya menawarkan bangku sekolah tanpa pungutan biaya, tetapi juga menjamin anak dapat makan bergizi, seragam, asrama layak, dan pembinaan karakter.
Untuk siswa seperti Kristo, Irene, Omri dan teman-temannya, ini kesempatan yang sangat berarti. Dengan biaya keluarga yang sangat terbatas, mereka nyaris mustahil merasakan pendidikan bermutu yang dilengkapi fasilitas boarding school bereknologi dan pelatihan kepemimpinan langsung dari prajurit TNI, dan pendampingan psikolog untuk pembinaan mental yang menyeluruh.
Lebih dari itu, program gagasan Presiden Prabowo Subianto ini juga cukup sempurna sebagai pijakan awal dalam upaya mencetak generasi tangguh yang mengambil peran sentral pada era Indonesia Emas 2045.
Itu bukan tidak mungkin karena kurikulumnya yang dirancang terpadu antara akademik, pendidikan karakter, dan pendidikan agama hingga terbentuk pribadi yang berakhlak dan berdaya saing. Didukung pula oleh sistem multi entry dan multi exit, yang memungkinkan setiap siswa Sekolah Rakyat ini dapat belajar tanpa terhalang kalender akademik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!