Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Komponen Sekolah Rakyat DIY Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 2025 Tanya ChatGPT

📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 05:30 WIB | Oleh:
Seluruh Komponen Sekolah Rakyat DIY Siap Sambut Tahun Ajaran Baru 2025        Tanya ChatGPT Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/nym/pri

YOGYAKARTA – Dinas Sosial (Dinsos) Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan seluruh komponen Sekolah Rakyat (SR) jenjang SMA siap menyambut tahun ajaran baru yang dimulai pertengahan Juli 2025. Sebanyak 275 siswa angkatan pertama akan memulai masa orientasi dan tes kesehatan pada 14 Juli.

“Kesiapan mencakup siswa, guru, kepala sekolah, fasilitas asrama, hingga materi orientasi. Semua sudah kami siapkan,” ujar Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih di Yogyakarta, Jumat (11/7).

Menurut Endang, para guru telah diumumkan sejak 3 Juli, dengan jumlah sekitar 18 hingga 19 orang, menyesuaikan mata pelajaran dan rombongan belajar. Kepala sekolah di masing-masing lokasi juga telah mulai bertugas.

Tes kesehatan bagi siswa akan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat. Tes ini hanya bersifat referensi medis, bukan seleksi ulang.

“Murni untuk mengetahui kondisi awal, bukan untuk menggugurkan status siswa,” tegasnya.

Masa orientasi akan berlangsung selama dua bulan, difokuskan pada adaptasi siswa terhadap sistem berasrama, pembentukan karakter, dan penguatan disiplin. Sistem pembelajaran di SR memang dirancang berbeda dengan sekolah umum, dengan pendekatan berbasis karakter dan keterampilan.

Sebelumnya, Dinsos telah mengajak siswa dan orang tua mengunjungi lokasi sekolah sebanyak tiga kali untuk mengenal lingkungan belajar dan tempat tinggal. “Orang tua dan siswa sudah melihat langsung kelas, kamar, dan fasilitas lainnya. Jadi ini tinggal pelaksanaan,” ujar Endang.

Sekolah Rakyat DIY tersebar di dua lokasi: Sonosewu, Bantul dan Purwomartani, Sleman. Keduanya menggunakan bangunan hasil rehabilitasi sebagai asrama. Di Sleman, satu kamar diisi dua siswa dengan kamar mandi dalam. Sementara di Bantul, satu kamar bisa menampung tiga hingga enam siswa, menyesuaikan bentuk bangunan yang menyerupai guest house.

“Penataannya disesuaikan dengan bentuk bangunan, tapi kami pastikan tetap nyaman untuk anak-anak tinggal dan belajar,” kata Endang.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Pemerintah Daerah DIY untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter. Para peserta dipilih dari sekitar 700 pendaftar, dengan seleksi berbasis data kemiskinan ekstrem (desil 1 dan 2) serta komitmen mengikuti pendidikan berasrama.

Dari 275 siswa terpilih, sebanyak 200 akan menempuh pendidikan di SR Sonosewu, Bantul, dan 75 lainnya di SR Purwomartani, Sleman. (ANT/ES)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.