Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos: Rakyat Berpesan agar Tak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 12:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos: Rakyat Berpesan agar Tak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat Doc: ANTARA
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam pertemuan bersama para pemerintah daerah untuk penandatanganan perjanjian pinjam pakai barang milik daerah untuk Sekolah Rakyat di Kantor Kemensos Jakarta, Kamis (10/7/2025).

JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan bahwa rakyat berpesan kepada pemerintah agar tidak ada siswa titipan di Sekolah Rakyat.

"Secara umum memang masyarakat mendukung hadirnya Sekolah Rakyat ini, dengan catatan harus dilaksanakan benar-benar sesuai maksud dan tujuannya, jangan sampai rekomendasi siswa itu titipan, apalagi hasil suap, hasil Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme -KKN-," katanya di Kantor Kemensos Jakarta Pusat, Kamis (10/7).

Ia menegaskan pemerintah memastikan siswa Sekolah Rakyat benar-benar diambil berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 8 Tahun 2025 adalah tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Gus Ipul menjelaskan, ada dua jenis Sekolah Rakyat yang akan didirikan, yakni Sekolah Rakyat rintisan dan Sekolah Rakyat permanen.

Sekolah Rakyat rintisan merupakan renovasi dari aset yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), misalnya menggunakan gedung-gedung Kemensos, maupun gedung milik kementerian/lembaga lain yang dinyatakan layak.

"Dari hasil asesmen dan survei yang dilakukan oleh Kementerian PU, ada 100 titik yang dinyatakan layak, dan menanggung sekitar 9.700 siswa lebih untuk sekolah rintisan ini," ucapnya.

Dari 100 titik pertama tersebut, untuk 63 titik akan dimulai pada 14 Juli 2025, sementara 37 titik lainnya akan beroperasi pada akhir Juli 2025.

Sementara itu, untuk pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen, akan dimulai pada September 2025, dengan target rampung Juni 2026.

Gus Ipul menegaskan bahwa bangunan gedung sekolah permanen tersebut berkapasitas sekitar 1.000 siswa per sekolah dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Mensos juga mengemukakan, Sekolah Rakyat tidak akan mengurangi siswa dari sekolah-sekolah lain yang telah ada sebelumnya.

"Jadi Sekolah Rakyat ini tidak mengurangi siswa dari sekolah manapun, karena ini menyisir mereka yang belum sekolah, tidak sekolah, atau berpotensi putus sekolah," tutur Gus Ipul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...
Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...

Bogor Diobrak-abrik KPK, Klaim Layanan Berjalan Normal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Diobrak-abrik KPK, Kl...
Luar Negeri
Negara-negara yang Bertalia...
Luar Negeri
Nepal Bosah-baseh, 10.000 K...
Daerah
Pertinggi Cadangan Pangan B...
Megapolitan
Hari Ini Aktivitas Jakarta ...
Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Daerah
Unjuk Rasa Damai Mahasiswa ...

Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Inovasi Harus Bermanfaat ba...
Rona
Produk UMKM Jadi Idola Tiap...
Luar Negeri
Sejak Tahun 1900, Negara In...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.