Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banten Minta Tambahan Lokasi Sekolah Rakyat ke Mensos

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banten Minta Tambahan Lokasi Sekolah Rakyat ke Mensos Doc: Antara
Ket. Wagub Banten A Dimyati Natakusumah (kanan) menandatangani perjanjian pinjam pakai aset untuk Sekolah Rakyat bersama Mensos Saifullah Yusuf (tengah) dan Wamen Sosial Agus Jabo Priyono (dua dari kiri) di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta,Kamis (10/7).

Serang - Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah mengajukan penambahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terhadap program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini penandatanganan pinjam pakai untuk Sekolah Rakyat di Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/kota sangat mendukung pProgram Sekolah Rakyat. Program ini harus sukses dan didukung oleh segenap elemen,” ujar Wagub Banten Dimyati dalam keterangannya di Kota Serang, Kamis (10/7).

Dimyati hadir dalam penandatanganan perjanjian pinjam pakai aset di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI Jakarta.

Ia menyampaikan Pemprov Banten telah mengusulkan beberapa daerah lain untuk dijadikan lokasi tambahan Sekolah Rakyat, seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan kota/kabupaten lainnya di Provinsi Banten.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud. Program ini sangat bagus sekali untuk membantu masyarakat kecil atau masyarakat miskin, rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Mensos Saifullah Yusuf menjelaskan Program Sekolah Rakyat ini adalah strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan dan mencetak Generasi Emas 2045.

“Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai penanggung jawab operasional. Sekolah Rakyat adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Kami ditugaskan menerjemahkan dengan baik dalam pelaksanaan rintisan penyelenggaraan,” kata Mensos Saifullah Yusuf.

Pada tahap pertama, Sekolah Rakyat dibuka di 100 titik lokasi. Sebanyak 63 titik ditargetkan beroperasi pada pertengahan Juli dengan 6.130 siswa dalam 256 rombongan belajar (rombel), dan 37 titik lainnya pada akhir Juli dengan 3.625 siswa dalam 139 rombel. Totalnya mencapai 9.755 siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sebaiknya Anda baca juga:

Untuk tahap kedua, kata dia, akan dibuka 202 Sekolah Rakyat tambahan. Sebanyak 51 titik berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dan 45 titik lainnya dinyatakan layak oleh Kemensos.

Mensos Saifullah menegaskan rekrutmen siswa berbasis pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk Desil 1, yaitu masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Proses seleksi dilakukan dengan wawancara oleh BPS, menyasar anak-anak dari keluarga yang belum atau tidak bersekolah.

“Mohon kepala daerah kawal rekrutmen siswa agar tepat sasaran,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Tim Ahli Sekolah Rakyat Prof Muhammad Nuh menegaskan Sekolah Rakyat bukan hanya program pendidikan, tetapi bagian dari rekayasa sosial untuk memuliakan kaum dhuafa.

“Kehadiran Sekolah Rakyat menjangkau yang tidak terjangkau supaya bisa sekolah. Memungkinkan yang tidak mungkin. Esensi Indonesia Emas 2045 adalah kebangkitan kaum dhuafa,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.