Tour de France Dihantui Kecelakaan
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 01:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
DUNKIRK, PRANCIS – Pembalap sepeda asal Belgia, Tim Merlier, menang sprint dramatis menuju garis finis di Dunkirk, Senin (7/7) sore waktu setempat. Dia mengalahkan Jonathan Milan dari Italia hanya dalam hitungan sentimeter di etape ketiga Tour de France.
Rekan setim Merlier, Mathieu van der Poel, masih mempertahankan jersey kuning pemimpin klasemen. Etape sejauh 179 km dari Valenciennes menuju Dunkirk yang melewati perbatasan Belgia itu diwarnai serangkaian kecelakaan. Dua kandidat kuat juara umum, Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard, finis dengan selamat di kelompok utama. Mereka tetap menempati posisi dua dan tiga klasemen sementara di belakang Van der Poel.
Insiden terparah terjadi 60 km jelang finis, saat Jasper Philipsen terjatuh dalam kecepatan tinggi saat memperebutkan sprint intermediate. Pemegang jersey hijau itu tergelincir di aspal dengan luka parah dan dugaan patah tulang, yang memaksanya mundur dari lomba.
“Ini saat yang buruk. Salah satu target utama menang etape lewat Jasper. Angin yang bertiup dari depan membuat sprint makin kacau. Dalam kondisi seperti ini, lebih mudah menyusul dari belakang,” ujar Van der Poel, rekan setimnya di Alpecin-Deceuninck.
Empat kecelakaan lainnya terjadi sepanjang etape. Ini termasuk dua insiden keras di bagian akhir yang melibatkan Remco Evenepoel, peraih emas Olimpiade Tokyo dan rekan setim Merlier. “Etape ini benar-benar kacau. Saya buang banyak energi untuk dapat posisi. Tapi saya tahu, dengan lemparan sepeda yang tepat, bisa mengalahkan Milan,” ujar Merlier, 32 tahun, yang berasal dari daerah perbatasan dekat Dunkirk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Milan dari tim Lidl-Trek memimpin dalam 150 meter terakhir, namun usahanya tetap berbuah hasil: dia menerima jersey hijau dari Philipsen. Van der Poel, cucu legenda balap sepeda Prancis Raymond Poulidor, yang tujuh kali finis sebagai runner-up di Tour, tapi tak pernah memakai jersey kuning, tetap memimpin klasemen.
Satu lagi pembalap Belgia, Tim Wellens, memberi alasan tambahan bagi suporter lintas negara untuk bersorak. Dia menang satu-satunya tanjakan hari itu, Mont Cassel (2,3 km dari finis). Wellens kini memegang jersey polkadot raja tanjakan. Dari kategori pebalap muda terbaik, pembalap Prancis Kevin Vauquelin tampil konsisten dan mempertahankan jersey putih. Kepolisian setempat melaporkan sekitar satu juta penonton memadati etape pembuka Tour. Meskipun hujan mengurangi jumlah penonton di etape kedua, keramaian kembali memuncak di Dunkirk.
Sempat mencuat kekhawatiran akibat pencurian 11 sepeda tim Cofidis dari hotel mereka pada hari Minggu pagi. Namun, seluruh sepeda berhasil ditemukan sebelum akhir etape, lima di antaranya ditinggalkan di hutan, sisanya berhasil dilacak polisi. Etape keempat menempuh jarak 174 km dari Amiens ke Rouen, melewati lima tanjakan pendek dalam 25 km terakhir yang diprediksi akan memecah rombongan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tour kali ini mengambil rute dari utara ke barat Prancis, dengan tanjakan berat baru muncul di etape ke-10 saat melintasi Puy de Dome. Selanjutnya, dua hari akan mendaki di Pyrenees. Pekan pamungkas akan menguras tenaga di Pegunungan Alpen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!