Jika Terwujud Hebat, Integrasi Transj, KRL, dan Mobil Listrik
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 02:03 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BOGOR - Cita-cita unik tengah dibidik Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dia berhasrat mengintegrasikan layanan TransJakarta dan KRL Commuter Line yang dilengkapi angkutan pengumpan (feeder) berbasis kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas warga dari Kabupaten Bogor menuju Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Rudy usai berkunjung ke kediaman Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, di Jakarta, Selasa.
“Kami berdiskusi mengenai pengembangan transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. Saat ini TransJakarta sudah masuk ke wilayah perbatasan seperti Cibinong dan Sentul. Kami ingin menyediakan angkutan feeder dari perumahan menuju halte busway atau stasiun KRL,” kata Rudy, di Bogor, Jawa Barat.
Menurutnya, integrasi antarmoda ini bertujuan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi warga Bogor yang setiap hari bekerja ke Jakarta. "Kita butuh feeder yang bisa menghubungkan perumahan-perumahan ke stasiun atau ke halte busway. Dengan begitu, warga Bogor yang setiap pagi bekerja ke Jakarta tidak perlu membawa kendaraan pribadi. Mereka cukup naik bus feeder lalu terhubung ke busway," ujarnya.
Rudy menambahkan, Pemkab Bogor juga tengah mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik dalam sistem angkutan massal sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto menjelaskan bahwa rencana integrasi transportasi akan menghubungkan jalur KRL Bogor-Jakarta dengan layanan TransJakarta melalui jaringan feeder di sejumlah titik.
“Beberapa lokasi yang kami identifikasi, antara lain Sentul Selatan, Pancakarsa. Nantinya kendaraan feeder akan mendukung konektivitas ke jalur utama,” kata Bayu.
Ia menyebut, integrasi moda ini juga mempertimbangkan pertumbuhan permukiman dan mobilitas tinggi masyarakat Bogor Raya. Selain itu, kendaraan feeder yang digunakan dirancang berbasis tenaga listrik untuk mendukung transportasi ramah lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bayu menambahkan, rencana tersebut juga mencakup pengembangan koridor bus wisata listrik yang melintasi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok, dengan rute awal Kebun Raya Bogor-Pakansari-Margonda.
Terkait pelaksanaan, Pemkab Bogor akan melakukan kajian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, dengan target uji coba dan implementasi tahun 2026.
“Uji coba akan kami lakukan dengan melibatkan Organda, agar tidak mengganggu operasional pelaku transportasi yang sudah ada. Semoa bisa mulai direalisasikan tahun depan,” ujarnya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!