Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Gunung Lewotobi Lumpuhkan Bandara Maumere, Penutupan Diperpanjang

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 09:06 WIB | Oleh:
Erupsi Gunung Lewotobi Lumpuhkan Bandara Maumere, Penutupan Diperpanjang Doc: Antara Foto

Jakarta - Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur terus mengguncang aktivitas penerbangan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Kabupaten Sikka, yang sebelumnya dijadwalkan hanya tutup sementara, kini resmi memperpanjang penutupan operasional.

Penutupan ini diberlakukan sejak Senin (7/7) pukul 09.00 Wita hingga setidaknya Selasa (8/7/2025) pukul 06.00 Wita, sesuai dengan NOTAM C0894 yang dikeluarkan otoritas penerbangan. Namun, Kepala Unit Bandara Frans Seda, Partahian Panjaitan, memastikan bahwa bandara tetap belum bisa dibuka karena situasi belum aman.

“Masih tutup. Jalur pendekatan pesawat terdampak abu vulkanik. Demi keselamatan, operasional dihentikan sementara,” ujar Partahian, Selasa (8/7).

Abu Vulkanik dan Gempa Letusan Masih Berlanjut
Gunung Lewotobi Laki-laki yang menjulang setinggi 1.584 meter dari permukaan laut mengalami serangkaian letusan sejak Senin. Letusan terjadi dua kali pukul 11.05 Wita dan 19.32 Wita disertai suara gemuruh dan semburan material vulkanik seperti pasir, batu, dan abu dengan kolom letusan mencapai 18 kilometer ke udara.

Aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga Selasa pagi. Data dari pos pemantauan menunjukkan gempa letusan, guguran, embusan, hingga gempa vulkanik dalam dan tektonik jauh masih tercatat dengan intensitas yang signifikan.

Kolom asap berwarna kelabu bahkan mencapai ketinggian 4.000 meter, mengganggu jalur penerbangan di wilayah sekitar Maumere.

Bandara Komodo Sempat Terdampak, Kini Kembali Normal
Sementara itu, Bandara Komodo di Labuan Bajo yang sempat ditutup akibat dampak serupa, telah kembali beroperasi. Namun berbeda dengan Frans Seda yang lebih dekat ke pusat letusan, bandara ini masih harus menunggu perkembangan situasi lebih lanjut sebelum dibuka kembali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.