Asia Jadi Target Utama Surat Tarif Trump dengan Batas Waktu yang Baru
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 13:50 WIB | Oleh: Lili LestariImpor beras merupakan topik tabu bagi pemerintah Jepang, yang membela kepentingan petani lokal dan telah mengambil pendekatan garis keras terhadap pembicaraan menjelang pemilihan parlemen majelis tinggi pada tanggal 20 Juli.
Indonesia: Tingkatkan Impor Gandum AS
Indonesia, yang menghadapi tarif sebesar 32 persen, berencana meningkatkan impor pertanian dan energi dari AS untuk menyelesaikan perjanjian, kata Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto kepada AFP baru-baru ini.
Pada Senin, Indonesia mengumumkan telah menandatangani perjanjian untuk mengimpor setidaknya satu juta ton gandum Amerika setiap tahunnya selama lima tahun ke depan, senilai $1,25 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kamboja, Myanmar, Laos: Sekutu Tiongkok Hadapi Pungutan Berat
Trump mengumumkan tarif sebesar 49 persen terhadap Kamboja pada bulan April, salah satu tarif tertinggi dalam serangan kilatnya. Surat yang dikirimnya pada hari Senin kepada negara yang memiliki banyak pabrik milik Tiongkok itu, menurunkan tarif ini menjadi 36 persen.
Perdana Menteri Hun Manet meyakinkan Gedung Putih tentang "itikad baik" Phnom Penh dalam bernegosiasi, dengan pengurangan tarif pada 19 kategori produk Amerika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Myanmar dan Laos, yang keduanya menghadapi tarif sebesar 40 persen, sangat bergantung pada investasi Tiongkok, sementara rantai pasokan mereka terkait erat dengan ekonomi terbesar di Asia.
Washington telah berulang kali menyoroti risiko produk Tiongkok melewati negara Asia Tenggara lainnya untuk menghindari tarif AS yang menargetkan Tiongkok, sebuah kekhawatiran yang disebutkan dalam surat Trump.
Thailand dan Malaysia: Membuat Janji
Thailand diberitahu akan menghadapi pungutan sebesar 36 persen dalam suratnya. Bangkok menawarkan akses yang lebih luas ke pasarnya untuk produk pertanian dan industri Amerika, meningkatkan pembelian energinya, dan meningkatkan pesanan untuk pesawat Boeing.
Penjabat perdana menteri Phumtham Wechayachai mengatakan kepada wartawan pada Selasa, ia menginginkan "kesepakatan yang lebih baik". Ia mengatakan bahwa "hal terpenting adalah kita menjaga hubungan baik dengan AS".
Usulan terbaru Bangkok bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral dan mengurangi surplus perdagangan AS sebesar 70 persen dalam waktu lima tahun, mencapai keseimbangan dalam tujuh hingga delapan tahun, Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira baru-baru ini mengatakan kepada Bloomberg News.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!