Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Mataram Usulkan Solusi Regional Penerapan Aturan Lahan Baku Sawah 87 Persen

📅 Senin, 20 Apr 2026, 15:28 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Usulkan Solusi Regional Penerapan Aturan Lahan Baku Sawah 87 Persen Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Senin (20/4).

MATARAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengusulkan adanya solusi regional terhadap implementasi edaran dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mewajibkan setiap kabupaten/kota untuk mempertahankan 87 persen lahan baku sawah (LBS) di wilayahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Senin (20/4), mengatakan, kebijakan yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional itu, dinilai sangat memberatkan bagi kota-kota dengan luas wilayah terbatas seperti Kota Mataram.

"Target pemerintah pusat pada angka 87 persen dari total luas wilayah wajib menjadi LBS, sangat jauh dari kondisi eksisting Kota Mataram saat ini," katanya.

Dikatakan, komponen LBS 87 persen itu mencakup untuk lahan sawah dilindungi (LSD) dan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B).

Sementara jika melihat kondisi eksisting Kota Mataram saat ini, persentase LBS di Mataram hanya berkisar di angka 24 persen.

Terkait dengan itu, Kota Mataram mengusulkan agar adanya solusi regional dengan sistem sharing provinsi melalui kabupaten penyangga yang memiliki lahan lebih luas.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi NTB dapat bertindak sebagai fasilitator atau "juri" dalam pemenuhan usulan tersebut agar target 87 persen itu tidak dihitung per wilayah kabupaten/kota, melainkan dihitung secara kolektif per provinsi.

"Kami berharap ada sistem sharing dengan kabupaten lain yang memiliki lahan lebih luas. Jadi targetnya dihitung per provinsi, bukan per kota, agar pembangunan di perkotaan tidak mati," katanya.

Apalagi, lanjut Lale, pemerintah pusat dikabarkan tengah menyiapkan skema insentif bagi kabupaten yang bersedia mempertahankan lahan sawah lebih luas, kemungkinan akan mendapatkan kompensasi berupa subsidi pupuk atau bantuan pertanian yang lebih besar dari dana pusat sebagai bentuk imbal balik bagi daerah yang mengorbankan potensi investasinya demi ketahanan pangan.

Di sisi lain, Lale menilai, ketidaksesuaian antara aturan pusat dan kondisi di lapangan ini dapat menyebabkan proses pembangunan di Mataram menjadi stagnan.

Bahkan beberapa dampak yang dirasakan antara lain revisi RTRW terhambat sebab persetujuan substansi rencana tata ruang dari pemerintah pusat tidak dapat keluar karena angka LBS belum terpenuhi.

Selain itu, Pemerintah Kota Mataram hingga saat ini masih menunggu hasil revisi Perda RTRW di tingkat provinsi sebagai langkah awal untuk mengurai hambatan pembangunan ini.

"Kondisi itu, berdampak pada ketidakpastian investasi dari pihak swasta yang ingin berinvestasi baik di sektor jasa, perhotelan, maupun pemukiman menjadi bingung karena izin pemanfaatan ruang yang tidak kunjung jelas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.