Trusmi Dipoles, Cirebon Siap Pamer Pesona Baru bagi Wisatawan
📅 Senin, 07 Jul 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman.
CIREBON – Penataan kawasan destinasi wisata sangat penting karena berdampak langsung pada pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan, dan perekonomian daerah.
Penataan yang baik akan meningkatkan daya tarik wisata, menarik lebih banyak wisatawan, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Selain itu, penataan yang berkelanjutan juga membantu menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya, memastikan bahwa destinasi wisata dapat dinikmati oleh generasi mendatang
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mulai memfokuskan penataan kawasan Trusmi agar menjadi destinasi unggulan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun warga lokal.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Senin (7/7), mengatakan penataan yang sedang dilakukan adalah menertibkan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng), pedagang kaki lima (PKL) serta parkir liar.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penertiban ini tidak serta-merta langsung dilakukan, namun hari ini kami awali dengan pendekatan dialog bersama para pihak, termasuk masyarakat yang bermukim dan berdagang di kawasan Trusmi," katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah sedang menyiapkan solusi atas aktivitas yang dianggap tidak sesuai, termasuk kemungkinan relokasi pedagang ke tempat yang lebih tertib dan strategis tanpa mengganggu estetika kawasan Trusmi.
Selain itu, Agus menyebut penataan parkir serta rekayasa lalu lintas pun akan menjadi bagian dari pembenahan menyeluruh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini, kata dia, bertujuan agar kawasan Trusmi bisa lebih aman, tertib, dan nyaman dikunjungi bagi para pelancong yang ingin singgah untuk berbelanja batik.
“Trusmi sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata. Maka ke depan kita ingin tempat ini lebih tertib dan indah. Tentu kami juga akan menyiapkan skema agar tidak memberatkan warga,” ujarnya.
Agus memastikan pembenahan kawasan Trusmi akan melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Satpol PP.
Lebih lanjut, dia menuturkan kawasan Trusmi merupakan salah satu daerah sentra batik terkemuka yang ada di Kabupaten Cirebon.
Ia mengklaim setiap akhir pekan ada puluhan sampai ratusan wisatawan yang datang ke Trusmi, untuk berwisata sembari membeli batik khas Cirebon.
“Saat ini kami mencatat Kabupaten Cirebon memiliki lebih dari 3.000 perajin dan 500 pengusaha batik yang aktif melestarikan tradisi serta keunikan produk batik, termasuk di Trusmi,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!