Museum NTB: Ruang Pameran dan Koleksi Aman dari Banjir di Kota Mataram
📅 Senin, 07 Jul 2025, 14:20 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Museum NTB
Mataram -- Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan bencana banjir yang terjadi di Kota Mataram tidak sampai merendam ruang pameran dan koleksi berkat kerja cepat petugas menutup semua akses air.
"Kami segera menutup akses-akses masuk air ke dalam area museum dengan perlengkapan yang tersedia," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.
Nuralam menceritakan hujan deras yang mengguyur Kota Mataram sejak Minggu (6/7) siang hingga sore menyebabkan air selokan meluap dan berdampak pada lingkungan sekitar Museum NTB.
Saat itu air mulai naik sekitar pukul 17.00 WITA dari saluran drainase di samping SMA Negeri 2 Mataram.
Nuralam langsung menginstruksikan seluruh tenaga keamanan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rumahnya tidak terdampak banjir untuk berkumpul dan melakukan upaya penanggulangan darurat di Museum NTB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pukul 22.00 WITA, lanjutnya, air masuk ke dalam area museum dan mencapai ketinggian di atas mata kaki. Skenario evakuasi disiapkan untuk mengantisipasi apabila air terus naik sampai memasuki ruang pameran tetap.
Seluruh pintu ruang pameran dibuka agar mempercepat mobilisasi. Ruang tata usaha yang terletak di lantai dua menjadi tempat penyimpanan darurat koleksi-koleksi artefak berharga jika situasi terus memburuk.
"Kami menyusun langkah evakuasi itu agar koleksi tetap aman, jika air mencapai ruang pameran," kata Nuralam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga pukul 23.00 WITA, kata dia, air mulai surut, meski perumahan warga di belakang museum tergenang banjir setinggi pinggang orang dewasa.
Pada Senin sekitar pukul 02.00 WITA saat listrik padam, lanjutnya, para petugas melakukan pembersihan sisa genangan air di dalam museum. Seluruh pintu ruang pameran ditutup kembali setelah air surut sepenuhnya untuk menjaga keamanan koleksi.
"Hingga pagi tadi kami melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa sampah dan lumpur akibat banjir," kata Nuralam.
Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana banjir yang merendam enam kecamatan di Kota Mataram turut dipengaruhi oleh hujan lebat yang menghasilkan tumpahan air sekitar 4,2 miliar liter.
Volume curah hujan yang tercatat melalui data Agroclimate/Automatic Weather Stasiun (AAWS/AWS) dan Automatic Rain Gauge (ARG) adalah AWS Sigerongan sebanyak 111,4 milimeter, AAWS Stasiun Klimatologi NTB sebanyak 74,0 milimeter dan ARG Mataram sebanyak 71,4 milimeter.
Kriteria volume curah hujan yang tercatat itu masuk ke dalam kategori hujan lebat dalam skala harian (sampai dengan 100 milimeter per hari) dan hujan ekstrem dalam skala jam (lebih dari 50 milimeter per jam).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!