Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggaran Penelitian Hilang Sia-sia! Banyak Hasil Riset Pertanian Tak Sesuai Kebutuhan

📅 Senin, 07 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Anggaran Penelitian Hilang Sia-sia! Banyak Hasil Riset Pertanian Tak Sesuai Kebutuhan Doc: istimewa
Ket. Sektor Pertanian - Ada Disparitas antara Hasil Riset dan Implementasi di Daerah Terpencil

JAKARTA – Kolaborasi yang minim membuat banyak hasil riset pertanian tak mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Data empiris menunjukkan banyak ditemukan disparitas hasil riset dengan kebutuhan sektor pertanian sehingga tak memberi manfaat dalam peningkatan produksi.

Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta mengatakan fenomena yang paling mencolok adalah ketidakcocokan antara hasil riset dan kebutuhan petani di lapangan. "Banyak penelitian yang dilakukan tidak terintegrasi dengan masalah nyata yang dihadapi oleh petani, seperti perubahan iklim, serangan hama, dan kendala dalam akses pasar," tegasnya pada Koran Jakarta, Minggu (6/7).

Selain itu, lanjutnya, meskipun ada banyak inovasi yang dihasilkan, seperti varietas unggul dan teknologi pertanian modern, adopsi oleh petani sering kali lambat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan pemahaman tentang manfaat teknologi baru. Banyak petani yang masih bergantung pada praktik tradisional karena mereka merasa lebih aman dan familiar.

Fenomena lainnya adalah disparitas antara hasil riset di lembaga besar dan penerapannya di daerah terpencil. Riset yang dilakukan di institusi besar sering kali tidak sampai ke tangan petani kecil, yang justru merupakan tulang punggung sektor pertanian. Akibatnya, banyak potensi yang hilang dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

"Dengan memperkuat kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani, serta memastikan bahwa hasil riset lebih relevan dan aplikatif, kita dapat mengatasi fenomena ini. Upaya untuk meningkatkan komunikasi dan diseminasi informasi akan sangat penting agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian Indonesia," ungkap Muliarta.

Agar tidak ada disparitas, ucap dia, maka fokus penelitian harus lebih terarah kepada aspek-aspek yang relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini, seperti dampak perubahan iklim, ketahanan pangan, dan diversifikasi produk pertanian.

Terlebih lagi, diperlukan investasi dalam infrastruktur penelitian yang memadai. Laboratorium modern, fasilitas uji coba lapangan, dan akses data akan mendukung kualitas riset yang dihasilkan.

Dia mengakui beberapa hasil riset berhasil meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas di beberapa daerah. Karena itu, kolaborasi antarlembaga harus diperkuat. Sinergi antara lembaga penelitian, universitas, dan sektor swasta sangat penting agar hasil riset tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan dapat diterapkan di lapangan.

Masalah Pendanaan

Dari segi pendanaan, lanjutnya, investasi pemerintah dan sektor swasta dalam riset pertanian juga merupakan langkah krusial. Dana riset yang cukup akan memungkinkan pelaksanaan proyek-proyek inovatif yang dapat memberikan solusi nyata terhadap permasalahan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penguatan lembaga riset untuk kemajuan sektor pertanian Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.