Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Dorong Negara-Negara Naikkan Pajak Produk Tidak Sehat

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 19:10 WIB | Oleh:
WHO Dorong Negara-Negara Naikkan Pajak Produk Tidak Sehat Doc: X - @ChileONUGinebra

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong seluruh dunia menaikkan harga minuman manis, alkohol, dan produk tembakau sebesar 50 persen. Kenaikan tersebut ditargetkan terjadi dalam 10 tahun ke depan melalui mekanisme perpajakan, dilansir dari kantor berita Reuters, Kamis (3/7).

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan terkuat WHO terhadap penerapan pajak sebagai upaya menanggulangi masalah kesehatan masyarakat kronis,” ungkap WHO.

Menurut WHO, pajak kesehatan dinilai efektif untuk mengurangi konsumsi produk-produk yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Produk-produk tersebut berkontribusi terhadap penyakit seperti diabetes dan beberapa jenis kanker. Pajak ini juga dapat memberikan pemasukan tambahan bagi negara-negara yang menghadapi penurunan bantuan pembangunan dan meningkatnya utang publik.

Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, menyatakan pajak kesehatan adalah alat efisien yang dimiliki dunia. Ia juga menegaskan, pentingnya segera mengambil tindakan.

WHO meluncurkan inisiatif bertajuk “3 by 35” dalam Konferensi PBB tentang Pembiayaan untuk Pembangunan di Seville, Spanyol. WHO memperkirakan bahwa inisiatif pajak ini dapat menghasilkan dana sebesar $1 triliun (Rp16,2 kuadriliun) pada tahun 2035.

Perkiraan tersebut didasarkan pada data dari penerapan pajak serupa di negara-negara seperti Kolombia dan Afrika Selatan. Selama beberapa dekade, WHO telah mendukung pajak dan kenaikan harga pada produk tembakau.

Dalam beberapa tahun terakhir, WHO memperluas seruannya untuk mencakup alkohol dan minuman bergula. Namun, ini merupakan kali pertama WHO menetapkan target kenaikan harga secara menyeluruh untuk ketiga kategori produk tersebut.

Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa pajak ini dapat membantu negara-negara beradaptasi dengan tantangan baru. Ia juga mengatakan pajak ini memperkuat sistem kesehatan nasional melalui dana yang terkumpul.

Selain itu, WHO juga tengah mempertimbangkan penerapan pajak untuk makanan ultra-proses. Saat ini, badan tersebut sedang merampungkan definisi resmi untuk kategori makanan tersebut dan akan mengumumkannya dalam beberapa bulan ke depan.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari sejumlah lembaga internasional seperti Bloomberg Philanthropies, Bank Dunia, dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Inisiatif ini juga mencakup bantuan teknis bagi negara-negara yang bersedia menerapkan kebijakan pajak kesehatan secara konkret. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.