Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ci Pat: Sosok Perempuan Inspiratif di Balik Gaya Hidup Bike to Work

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ci Pat: Sosok Perempuan Inspiratif di Balik Gaya Hidup Bike to Work Doc: Antara Foto
Ket. Wanita yang akrab disapa Ci Pat ini telah rutin bersepeda sejak tahun 2006, jauh sebelum tren bike to work ramai dibicarakan di media sosial.

Patricia Lisia tampak elegan mengenakan busana semi cheongsam midi berwarna merah dan kuning dipadukan dengan sepatu pantofel berhak rendah. Namun, penampilan femininnya itu seketika terkesan bergaya sporty saat ia mengenakan helm dan mengayuh sepedanya melintasi trotoar kawasan Pasar Baru.

Ya, sore itu, sepedanya berhenti tepat di depan Gedung ANTARA Heritage, tempat ia dijadwalkan mengisi sebuah siniar atas konsistensi dirinya yang telah dua dekade menjadi pelaku bike to work atau bersepeda ke kantor.

Tim Podcast ANTARA Close Up, sengaja mengundang perempuan 49 tahun itu lantaran dapat menginspirasi para pendengar agar turut berperilaku hidup sehat, hemat, dan berkontribusi terhadap lingkungan bebas asap kendaraan dengan bersepeda seperti dirinya.

Wanita yang akrab disapa Ci Pat itu telah mengayuh sepeda sejak tahun 2006, jauh sebelum tren bike to work menjadi pembicaraan di media sosial.

Tak seperti stereotip pesepeda yang menggunakan jersey olahraga dan sepatu khusus, Ci Pat justru kerap bersepeda dengan pakaian kerja lengkap termasuk rok dan sepatu pantofel berhak, yang menurutnya praktis dan tidak perlu repot membawa pakaian ganti.

“Saya orangnya simple, malas ganti baju dan bawa banyak barang. Jadi ya langsung berangkat pakai baju kerja,” ujar Patricia, yang kini bekerja di Otoritas Jasa Keuangan.

Awalnya, ia bersepeda karena lelahnya menghadapi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Bukan hanya itu, ia juga kerap disibukkan dengan memarkirkan kendaraannya di luar gedung tempatnya bekerja lantaran sering kali penuh.

Dari pengalaman itulah, ia berinisiatif memanfaatkan sepeda dengan jenama lokal asal Indonesia. Apalagi, jaraknya dari rumah ke kantornya yang ada di jalan M.H thamrin itu kurang dari 5 km. Selain waktu tempuh yang lebih pasti dan kemudahan parkir pun menjadi privilege tersendiri bagi para pesepeda.

“Awalnya karena macet, parkiran kantor penuh, dan jarak rumah ke kantor saya juga tidak terlalu jauh,” kata ibu anak tiga tersebut.

Berbicara tentang gaya hidup, terutama jika dikaitkan dengan masyarakat urban Jakarta di tengah hiruk-pikuk kota besar, tentu relevansinya erat dengan dua hal, yaitu kecepatan dan konsumsi.

Mobilitas tinggi yang menuntut efisiensi, tapi justru sering kali menguras dompet. Biaya bensin, parkir, tol, hingga perawatan kendaraan pribadi menjadi beban rutin yang kerap dianggap wajar. Belum lagi waktu yang habis akibat terjebak macet, secara perlahan mencuri kualitas hidup.

Inilah mengapa gaya hidup bersepeda seperti yang dijalani Patricia Lisia pun jadi terasa pas di tengah kebutuhan hidup kota besar yang semakin mahal.

“Kalau dihitung, saya bisa menghemat lebih dari Rp 2.000.000 per bulan hanya dengan tidak pakai kendaraan bermotor ke kantor,” ungkap pegiat B2W yang kini menjadi Ultracyclist tersebut.

Ia menyebut, selain ongkos, ada banyak keuntungan tak kasat mata yang didapatkan dengan membiasakan diri bersepeda ke manapun. Tubuhnya menjadi lebih bugar, stres berkurang, dan waktu tempuh yang lebih bisa diprediksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.