Ci Pat: Sosok Perempuan Inspiratif di Balik Gaya Hidup Bike to Work
📅 Kamis, 03 Jul 2025, 10:35 WIB | Oleh: Tim PenulisPutri Lucita (37) secara sadar membentuk kebiasaan bersepeda sejak anak-anaknya masih kecil. Setiap pagi, Putri rutin mengajak anak-anaknya mengelilingi kompleks perumahan dengan sepeda. Ia menjadikan rutinitas itu sebagai pembuka hari sebelum sarapan.
Menurutnya, kegiatan fisik ringan di pagi hari sangat penting untuk memperkuat tulang, melatih motorik, dan membangun kebiasaan yang sehat sejak dini.
“Saya bandingin sendiri, anak yang aktif bersepeda atau sekadar berolahraga, itu jarang sakit. Mereka juga makannya jadi lebih lahap,” jelasnya.
“Dari kebiasaan itu, anak saya jadi gesit, aktif, dan lebih percaya diri terutama saat bersosialisasi. Bahkan orang satu kompleks jadi kenal sama mereka,” tutur Putri sambil tersenyum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyadari tantangan yang datang dari zaman serbadigital yang bila tidak diarahkan dengan konsisten, anak-anak bisa terbiasa duduk diam di depan layar gawai atau TV sejak bangun tidur. Terlebih saat liburan panjang seperti sekarang ketika waktu luang justru bisa menjadi jebakan.
“Kalau kita nggak ajak keluar, mereka bisa anteng seharian nonton atau main HP. Tapi karena sudah terbiasa, sekarang malah tiap pagi mereka yang nagih main sepeda duluan,” ujar ibu empat anak itu.
Kebiasaan sederhana ini ternyata punya kaitan erat dengan perkembangan mental anak. Oriza Sativa, seorang psikolog klinis, menyebut bahwa kebiasaan fisik seperti bermain dan berinteraksi nyata melatih kemampuan kognitif anak, termasuk daya pikir kritis, analitis, logis, hingga sistematis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Anak yang terbiasa bermain dan berpikir mandiri, dia akan mencari alternatif saat sedang kesulitan. Otaknya terbiasa mencari jalan keluar,” jelas Oriza.
“Tapi anak yang sudah terlalu dekat dengan gawai, biasanya tantrum, marah, akhirnya pasif, yang bila dibiarkan bisa berujung ke gangguan mental,” ungkap Oriza dalam siniar ANTARA Close Up.
Lebih lanjut, Oriza mengungkapkan tertawa saat bermain bukan sekadar ekspresi kesenangan, tapi juga cara alami tubuh menghasilkan hormon-hormon bahagia seperti endorphin, dopamine, oksitosin, dan serotonin.
“Main lari-larian aja itu udah olahraga. Olahraga bisa bikin bahagia. Anak yang aktif secara fisik, biasanya lebih tenang secara emosi,” tambahnya.
Karena itu, Putri merasa penting menjaga keseimbangan aktivitas anak. Baginya, keseimbangan bukan hanya soal menjaga tubuh di atas roda dua, tapi mencerminkan konsistensi dan dukungan yang dibangun dari rumah.
“Kuncinya cuma dua, konsistensi dan dukungan, yang kalau kedua hal itu dijaga, anak-anak pasti berkembang lebih baik secara fisik, mental, maupun sosial,” tutup Putri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!