Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Paetongtarn Dianggap Pengkhianat Negara Usai Telepon Mesra dengan Hun Sen Bocor, Ribuan Warga Thailand Demo Geruduk Ibu Kota!

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 07:05 WIB | Oleh:
PM Paetongtarn Dianggap Pengkhianat Negara Usai Telepon Mesra dengan Hun Sen Bocor, Ribuan Warga Thailand Demo Geruduk Ibu Kota! Doc: Bangkok Post
Ket. Ilustrasi demo di Thailand menuntut PM Paetongtarn mundur usai rekaman telepon dengan mantan PM Kamboja Hun Sen bocor

JAKARTA - Bangkok memanas! Ribuan warga Thailand tumpah ruah ke jalan menuntut Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mundur, setelah rekaman panggilan telepon kontroversial dengan mantan PM Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik.

Dalam percakapan itu, Paetongtarn terdengar menyebut Hun Sen sebagai paman dan meremehkan komandan militer Thailand yang menangani konflik di perbatasan, menyebutnya hanya "ingin terlihat keren". 

Ucapan ini dianggap melecehkan kehormatan militer dan mempermalukan negara di tengah meningkatnya ketegangan dengan Kamboja.

Meski sudah meminta maaf dan menyebut pernyataannya sebagai bagian dari "strategi diplomasi", gelombang kemarahan publik telanjur membesar.

Demonstrasi yang terjadi pada Sabtu menjadi yang terbesar sejak Pheu Thai kembali berkuasa tahun 2023. Di bawah hujan lebat, warga memadati Monumen Kemenangan dengan spanduk bertuliskan “PM Adalah Musuh Negara”.

Seorang demonstran senior, Seri Sawangmue (70), mengatakan aksi ini demi mempertahankan kedaulatan bangsa. 

"Saya sudah melihat banyak krisis. Ini sudah terlalu jauh," ujar Seri Sawangmue.

Paetongtarn, putri dari Thaksin Shinawatra, baru 10 bulan menjabat sebagai PM. Dia merupakan perdana menteri perempuan kedua setelah bibinya, Yingluck Shinawatra. 

Namun, akar politik dinasti ini kembali memicu protes luas, koalisi anti-Shinawatra menilai kepemimpinan keluarga ini perlu diakhiri.

Persidangan di Mahkamah Konstitusi dijadwalkan Selasa (1/7/2025) untuk memutuskan apakah akan menerima petisi yang menuntut pemberhentian Paetongtarn karena tindakan tidak profesional dalam urusan luar negeri.

Konflik ini berawal dari bentrokan perbatasan Mei 2025 yang menewaskan seorang tentara Kamboja. Hubungan kedua negara menegang,

Kamboja bahkan melarang seluruh produk dan hiburan dari Thailand sebagai bentuk pembalasan ekonomi dan budaya.

Meski konflik memanas, hubungan pribadi antara keluarga Shinawatra dan Hun Sen disebut sudah akrab selama puluhan tahun, memperkuat persepsi publik bahwa kepentingan pribadi lebih diutamakan dibanding kehormatan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.