Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kirab Ngarak Siwur di Bantul, Simbol Kehidupan dan Lestarinya Tradisi Mataram

📅 Sabtu, 28 Jun 2025, 13:58 WIB | Oleh:
Kirab Ngarak Siwur di Bantul, Simbol Kehidupan dan Lestarinya Tradisi Mataram Doc: Dok. Pemkab Bantul

BANTUL – Kirab Budaya Ngarak Siwur kembali digelar di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Kamis (26/6), sebagai bagian dari rangkaian tradisi adat Nguras Enceh. Prosesi ini menandai awal dari ritual spiritual warisan Kesultanan Mataram yang masih dijaga hingga kini. Dua siwur pusaka — gayung kayu dari Makam Raja-raja Mataram Islam di Surakarta dan Yogyakarta — diarak dengan khidmat menuju Terminal Pajimatan.

Kirab dimulai pukul 13.00 WIB dari halaman Kantor Kapanewon Imogiri, diikuti abdi dalem Keraton Yogyakarta dan Surakarta, pasukan bregada rakyat dari delapan kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat. Siwur pusaka nantinya akan digunakan dalam prosesi Nguras Enceh yang berlangsung Jumat (27/6), yakni pembersihan gentong air suci di sekitar Makam Sultan Agung.

“Kirab ini adalah tahapan awal. Siwur dari juru kunci makam diserahkan kepada pengageng keraton, kemudian disemayamkan malam harinya,” ujar Ketua Panitia, Sudaryanto. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas budaya dan generasi.

Kirab tahun ini berlangsung dalam suasana istimewa karena bertepatan dengan malam Jumat Kliwon dan Tahun Baru Hijriah versi penanggalan Jawa. “Itu menjadikan energi spiritualnya makin kuat,” ujar Nur Sukiyo, Ketua Paguyuban Bregada Rakyat DIY. Ia menambahkan bahwa meski berlangsung lebih sederhana, makna dan kekhidmatannya tetap terjaga.

Para lurah turut menaiki andong dalam iring-iringan, sementara warga dari tiap kalurahan membawa gunungan hasil bumi. Di akhir prosesi, gunungan diperebutkan warga sebagai lambang berkah dan gotong royong.

Tokoh budaya lokal, Widodo, menekankan filosofi di balik siwur pusaka. “Siwur adalah lambang kehidupan. Kirab ini bukan hanya tradisi, tapi juga cerminan harmoni dan nilai luhur yang dijaga masyarakat,” ujarnya.

Tradisi Kirab Ngarak Siwur menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan masih hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi atraksi budaya yang mengundang perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Luar Negeri
Bolsonaro Secara Mengejutka...
Luar Negeri
Tiongkok Tuding Pesawat Fil...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.