Basarnas Temukan Tiga Korban Kapal Tenggelam di Batam
📅 Jumat, 27 Jun 2025, 15:38 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BATAM - Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, Kepulauan Riau menutup operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal longboat yang tenggelam di perairan Selat Nenek setelah ketiga korban ditemukan.
"Operasi SAR resmi ditutup hari ini pukul 12.30 WIB," kata Kepala Pos SAR Batam, Dedius, Jumat (27/6).
Ketiga korban yang ditemukan pada hari ketiga operasi SAR itu yakni Muhammad Fahri Kurniawan (23), Fadli alias Papat (28), dan Firdaus alias Fir (24). Ketiganya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Dedius menjelaskan, korban pertama ditemukan pukul 06.00 WIB atas nama Firdaus. Jasadnya ditemukan mengapung oleh nelayan di Pulau Bulan.
Pada saat ditemukan, jenazah hanya mengenakan celana dalam dan wajah sudah tidak dapat dikenali. Setelah jenazah terkonfirmasi oleh pihak keluarga, lalu dibawa ke rumah duka di Pulau Awi untuk dikebumikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya Muhammad Fahri Kurniawan, operator genset PLN di Pulau Selat Nenek yang ditemukan pukul 07.30 WIB oleh Tim Basarnas dan TNI AL.
"Kondisi Fahri ditemukan masih berpakaian utuh, masih mengenakan jam tangan dan ponselnya tersimpan di saku celana. Untuk wajah sudah tidak bisa dikenali," kata Dedius.
Yang terakhir jenazah Fadil alias Papad ditemukan oleh Tim SAR KPLP Tanjung Uban di perairan Tanjung Saung, Punggur pukul 08.00 WIB. Jenazah ditemukan dalam kondisi hanya mengenakan celana dalam, dan menggunakan jam tangan, dengan wajah juga sudah tidak bisa dikenali.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pihak keluarga mengonfirmasi para korban dari ciri-ciri seperti jam tangan, potongan rambut dan pakaian yang dikenakan," kata Dedius.
Ketiga korban merupakan anggota Tim Sepak Bola Pulau Selat Nenek yang tenggelam saat menumpangi kapal longboat bermesin tempel 40 PK untuk pergi bertanding dalam perlombaan menyambut HUT Ke-80 RI di Pulau Setokok.
Peristiwa kapal tenggelam itu terjadi Rabu (25/6) siang sekitar pukul 13.15 WIB. Kapal yang harusnya memuat 6-7 penumpang itu diisi 13 orang, yang terdiri atas 11 orang dewasa dan dua anak di bawah umur.
Sebelum tenggelam, kapal sempat mengalami mati mesin, ditambah cuaca buruk, ombak yang tinggi dan angin yang kencang, sehingga 13 penumpang mengapung di laut.
Enam orang berhasil selamat pada hari kejadian setelah bertahan mengapung dengan memegang kapal yang karam, disusul empat orang lainnya. Kesepuluhnya berenang menuju pulau terdekat untuk menyelamatkan diri.
Kesepuluh korban selamat yakni Dedi Marboen (35), Riko (31), Andika (23), Maher (13), Rahel (18), Nizam (30), Damar (16), Amirul (29), Feri (26), dan Raihan (19).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!