Iran Siap Atasi Perselisihan dengan AS dalam Kerangka Internasional
📅 Kamis, 26 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
Teheran, Iran – Di tengah ketegangan yang masih membayangi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (24/6) menyatakan kesiapan negaranya untuk menyelesaikan perselisihan dengan Amerika Serikat (AS) berdasarkan kerangka hukum internasional.
Televisi pemerintah Iran melaporkan Pezeshkian melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
“Kami berharap negosiasi antara Iran dan AS segera dimulai dan menghasilkan hasil yang positif,” kata Pezeshkian dalam percakapannya dengan bin Salman.
Seperti dikutip dari Antara, Iran mengupayakan perjanjian adil dan masuk akal dalam kerangka hukum internasional yang menjamin hak yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat Iran serta berkontribusi pada stabilitas dan pembangunan kawasan, ucap presiden tersebut.
“Kami tidak menuntut apa pun selain hak kami yang sah dan menyambut segala dukungan dari negara-negara sahabat dan bersaudara dalam menyelesaikan persoalan ini,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan tersebut mencatat bahwa bin Salman mengindikasikan negaranya sejak awal mengutuk tindakan Israel terhadap Iran.
“Kami, maupun negara lain di kawasan ini, tidak pernah membuka wilayah udara kami untuk tindakan apa pun terhadap Iran, dan kami tidak akan melakukannya. Tidak akan ada juga operasi terhadap Iran dari pangkalan AS di negara kami. Kami juga memahami kewajiban Anda untuk merespons serangan AS,” ujar bin Salman.
Dalam pembicaraan dengan bin Zayed, Pezeshkian menyampaikan bahwa “mereka dapat membangun kawasan ini bersama tanpa campur tangan asing, dalam lingkup kerja sama, stabilitas, dan perdamaian.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Bin Zayed menggarisbawahi pentingnya memastikan keberhasilan perjanjian dengan cara yang menguntungkan semua negara dan masyarakat di kawasan, serta menegaskan kembali sikap konsisten UEA dalam mendukung inisiatif yang memajukan perdamaian dan keamanan regional.
Presiden Iran itu juga menegaskan bahwa konspirasi musuh tidak dapat merusak persahabatan antara Iran dan Pakistan, dalam pembicaraan telepon dengan Sharif.
Israel meluncurkan serangan udara ke beberapa lokasi di Iran sejak 13 Juni, termasuk fasilitas militer dan nuklir.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone, AS kemudian ikut serta dalam konflik dengan mengebom tiga situs nuklir Iran pada Minggu (22/6). Setelah 12 hari pertempuran, Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran pada Senin (23/6) untuk mengakhiri konflik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!