Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Panas Ekstrem Landa AS Doc: AFP/KAMIL KRZACZYNSKI
Ket. Sejumlah anak bermain air untuk menyejukkan badan mereka di air mancur yang ada di Millennium Park, Chicago, Illinois, saat terjadi gelombang panas di AS pada Sabtu (21/6) lalu.

NEW YORK - Gelombang panas yang berpotensi mengancam jiwa melanda sepertiga bagian timur Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/6) yang berdampak pada hampir 160 juta orang, dengan suhu pekan ini diperkirakan akan mencapai 39 derajat Celsius di wilayah metropolitan New York.

Cuaca panas terik pertama di negara ini tahun ini memicu peringatan kesehatan saat terjadi selama akhir pekan. Suhu tinggi yang berbahaya diperkirakan terjadi hingga Rabu (25/6) di Washington DC, Baltimore, Philadelphia, New York City, dan Boston.

"Cuaca panas ekstrem ini tidak hanya akan membuat warga New York tidak nyaman dan tertekan," Wali Kota Eric Adams memperingatkan, seraya menambahkan bahwa cuaca panas merenggut nyawa 500 orang di kota berpenduduk delapan juta jiwa ini setiap tahunnya.

Saat cuaca panas menyengat melanda kota tersebut, pihak berwenang mengimbau para manula, orang-orang dengan masalah kesehatan, dan mereka yang tidak memiliki AC, untuk tetap terhidrasi dan mencari bantuan di pusat pendinginan yang telah ditentukan seperti perpustakaan dan fasilitas rekreasi.

Rekor suhu panas melanda sebagian wilayah Timur Laut AS. Di Central Park, yang dikenal sebagai paru-paru Manhattan, suhu pada Senin mencapai 36 derajat Celsius, memecahkan rekor yang bertahan sejak 1888, menurut Badan Cuaca Nasional.

Para ahli meteorologi menggambarkan pola cuaca yang meningkat ini sebagai kubah panas, sistem bertekanan tinggi yang memerangkap udara dan menyebabkan hawa panas terus meningkat. Sedangkan para ilmuwan mengatakan gelombang panas ekstrem merupakan tanda nyata pemanasan global, dan gelombang ini diperkirakan akan semakin sering terjadi, semakin lama, dan semakin intens.

Cuaca panas ekstrem sendiri merupakan bahaya terkait cuaca yang paling mematikan di AS, yang menyebabkan lebih banyak kematian daripada bencana alam seperti badai atau tornado. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.