Rudal Iran Hujani Pangkalan AS di Qatar, Trump Klaim Tidak Ada Korban
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 05:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Antara
JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Al Udeid di Qatar pada Senin (23/6/2025) malam waktu Indonesia, sebagai balasan terhadap serangan militer Amerika Serikat di akhir pekan. Serangan tersebut diarahkan ke pangkalan yang menampung ribuan tentara AS, namun dinyatakan sebagian besar bersifat simbolis dan minim kerusakan.
Dalam pernyataan resminya, Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Iran menembakkan rudal balistik jarak pendek dan menengah. Namun, sebanyak 13 dari 14 rudal berhasil dicegat sebelum mencapai target, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Seorang pejabat militer AS bahkan menyebut tidak ada rudal yang benar-benar menghantam pangkalan.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan tanggapannya melalui platform Truth Social, menyebut serangan Iran sebagai "sangat lemah" dan berterima kasih atas pemberitahuan awal yang telah diberikan Iran kepada pejabat Qatar dan AS. "Saya senang melaporkan bahwa TIDAK ADA warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi," tulis Trump. Ia juga mengklaim bahwa fasilitas nuklir Iran telah "hancur total" dalam serangan AS sebelumnya.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada agresi siapa pun. Seorang pejabat senior Iran juga menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka pintu diplomasi asalkan serangan dari Israel dan AS dihentikan.
Serangan rudal ini memicu reaksi keras dari berbagai negara kawasan. Mesir, Oman, Lebanon, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengutuk keras tindakan Iran, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar dan hukum internasional. Dewan Kerja Sama Teluk juga menyuarakan kecaman serupa. Seorang pejabat dari kawasan Teluk bahkan menilai bahwa Iran "bermain di tangan Israel" yang dinilai ingin menggagalkan potensi rekonsiliasi antara Iran dan negara-negara Arab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penghentian “lingkaran kekacauan” dan mendesak semua pihak untuk menahan diri serta kembali ke meja perundingan.
Pasca serangan, kondisi di Qatar berangsur normal. Kedutaan Besar AS mencabut perintah berlindung, sementara Kuwait, Bahrain, dan Bandara Dubai membuka kembali wilayah udaranya. Qatar Airways pun kembali beroperasi setelah sempat menangguhkan penerbangan. Meski begitu, Qatar menyatakan berhak untuk merespons atas pelanggaran wilayahnya.
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang sudah membara, setelah Israel meluncurkan serangan udara terbesar ke Teheran dan parlemen Iran mulai mempertimbangkan penangguhan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB (IAEA).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!