Mau Jantung Tetap Sehat Sampai Tua? Ini Makanan yang Harus Kamu Konsumsi dan Hindari Mulai Sekarang!
📅 Senin, 23 Jun 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Harvard Health
JAKARTA - Pernah dengar istilah you are what you eat? Ternyata, itu bukan sekadar slogan estetik di Tumblr.
Cara kamu makan bisa banget menentukan seberapa sehat (atau rentan) jantungmu ke depannya. Terutama buat kamu yang pengin mencegah atau sedang mengelola kondisi gagal jantung, pilihan makanan jadi kunci utama.
Kabar baiknya, makanan yang bantu jantung tetap strong itu nggak susah dicari, dan yang pasti, nggak membosankan. Tapi, kamu juga harus waspada sama beberapa makanan yang diam-diam jadi “musuh dalam piring.”
Sayur, Kacang, dan Ikan: Trio Andalan Jantung Bahagia
Menurut American Heart Association (AHA), pola makan yang kaya nutrisi dan bervariasi bisa membantu memperpanjang umur dan memperlambat progresi gagal jantung. Studi juga membuktikan bahwa kekurangan banyak mikronutrien bisa menggandakan risiko rawat inap hingga kematian pada penderita gagal jantung. Sounds scary, kan?
Nah, mikronutrien ini bisa kamu dapatkan dari makanan berbasis nabati seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Bukan cuma itu, makanan berbasis nabati juga tinggi serat, yang bikin sistem pencernaanmu lebih sehat sekaligus menjaga tekanan darah dan kolesterol tetap stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kacang almond, oatmeal, beras merah, buah beri, jeruk, hingga kacang polong, semuanya bisa jadi sahabat jantung kamu.
Nggak suka cuma sayur doang? Tenang. Ikan kaya omega-3 seperti salmon dan trout juga bisa bantu memperlambat penumpukan plak di arteri. Cukup konsumsi dua kali seminggu, dan kamu udah investasi untuk masa depan jantung yang lebih sehat.
Untuk produk susu, para ahli justru menyarankan mengonsumsi versi full-fat tapi dalam jumlah yang wajar. Kok bisa? Karena ternyata, nutrient bioavailability (kemampuan tubuh menyerap nutrisi) lebih tinggi pada susu fermentasi seperti yogurt dan keju, ketimbang susu rendah lemak biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernah dengar Mediterranean diet? Ini bukan sekadar diet viral TikTok. Pola makan ala Mediterania fokus ke konsumsi sayur, buah, dan polong-polongan sebagai basis utama, dengan tambahan moderat dari ikan dan produk susu. Studi tahun 2016 bahkan nunjukin bahwa orang yang konsisten menjalani diet ini punya risiko lebih rendah terkena gagal jantung. Jadi jelas ya, ini bukan diet iseng-iseng berhadiah.
Makanan yang Wajib Kamu Hindari Kalau Sayang Jantung
Kalau makanan sehat bikin jantung bahagia, beberapa jenis makanan justru bisa memperparah kondisinya. Yang paling utama: makanan tinggi garam dan lemak jenuh.
Makanan asin kayak makanan cepat saji, keripik, saus botolan, dan makanan kaleng punya kontribusi besar dalam memicu tekanan darah tinggi—salah satu pemicu gagal jantung. Jadi, mulai biasain baca label nutrisi ya, dan cari yang low sodium.
Lemak jenuh dan trans fat juga masuk daftar merah. Mereka banyak tersembunyi dalam potongan daging berlemak, mentega, minyak kelapa, makanan gorengan, dan snack pabrikan seperti cookies atau crackers. Ini bukan berarti kamu harus say goodbye selamanya, tapi porsinya harus super dibatasi.
Dan satu hal yang sering dianggap sepele: alkohol. Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan bisa mempercepat kerusakan jantung. Studi bilang, konsumsi alkohol yang dikontrol—maksimal dua gelas sehari untuk pria, dan satu untuk perempuan—masih bisa ditoleransi tubuh. Tapi ingat, kata kuncinya: moderat.
Apa Itu Gagal Jantung dan Kenapa Harus Waspada?
Gagal jantung, alias congestive heart failure, terjadi saat jantung nggak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Ini bisa menyerang sisi kanan, kiri, atau bahkan kedua sisi jantung. Akibatnya, organ lain juga kena dampak karena kekurangan oksigen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!