Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Minta Dunia Lindungi Jalur Minyak Hormuz

25 Senin, 16 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Minta Dunia Lindungi Jalur Minyak Hormuz Trump Minta Dunia Lindungi Jalur Minyak Hormuz Doc: afp
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

MANAMA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (14/3), menyerukan negara-negara lain untuk mengirim kapal perang guna membantu melindungi jalur pasokan minyak dunia di Selat Hormuz, yang masih terancam oleh serangan Iran di tengah perang AS-Israel melawan Teheran.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ancaman serangan dan gangguan pelayaran di kawasan tersebut membuat harga minyak melonjak hingga 40 persen serta mengguncang perekonomian global.

Dilansir dari AFP, Trump meminta negara-negara yang terdampak gangguan jalur energi global ikut menjaga keamanan selat tersebut.

“Banyak negara, terutama mereka yang terkena dampak upaya penutupan Selat Hormuz oleh Iran, akan mengirimkan kapal perang bersama AS untuk menjaga selat itu tetap terbuka dan aman,” tulis Trump di media sosial.

Ia juga menyebut sejumlah negara yang diharapkan ikut terlibat dalam pengamanan jalur pelayaran tersebut.

“Mudah-mudahan Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain yang terpengaruh oleh kendala ini akan mengirim kapal ke daerah itu,” tambahnya.

Trump juga memperingatkan akan meningkatkan operasi militer terhadap Iran di kawasan tersebut.

“Sementara itu, AS akan terus mengebom garis pantai dan menargetkan perahu serta kapal Iran,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah pasukan AS menyerang Pulau Kharg di Iran pada Jumat (13/3), yang merupakan pusat ekspor utama minyak negara tersebut. Trump mengklaim operasi tersebut telah menghancurkan berbagai target militer Iran, namun fasilitas energi tidak diserang.

Di sisi lain, Iran mengancam akan menyerang perusahaan minyak dan energi yang terkait dengan AS jika fasilitas minyaknya diserang.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu juga memicu serangkaian serangan drone dan rudal di berbagai wilayah Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, termasuk di Manama, Bahrain, serta di kota pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab yang merupakan pusat penyimpanan dan ekspor minyak utama.

Menurut laporan media dan sumber keamanan, serangan drone juga menargetkan fasilitas diplomatik dan militer di kawasan, termasuk kedutaan AS di Irak.

Pentagon menyatakan lebih dari 15.000 target di Iran telah diserang oleh pasukan AS dan Israel sejak konflik dimulai.

Krisis itu juga memicu dampak kemanusiaan besar. Badan Pengungsi PBB memperkirakan hingga 3,2 juta orang telah mengungsi di Iran, sebagian besar meninggalkan ibu kota Teheran dan kota-kota besar lainnya untuk mencari tempat aman

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.