Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus Leo XIV Serukan Gereja Tak Toleransi Pelecehan

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Paus Leo XIV Serukan Gereja Tak Toleransi Pelecehan Doc: Dok. AFP

Jakarta – Paus Leo XIV secara terbuka menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk pelecehan di dalam Gereja Katolik, baik pelecehan seksual maupun penyalahgunaan kekuasaan dalam bentuk lain. Dalam komentar publik pertamanya mengenai skandal pelecehan klerus yang telah mengguncang gereja selama bertahun-tahun, Paus juga memuji peran penting pers independen dalam menjaga demokrasi.

Pernyataan ini disampaikan dalam pesan resmi yang dibacakan pada pertunjukan drama Proyecto Ugaz di Lima, Peru. Drama tersebut mendramatisasi perjuangan jurnalis Paola Ugaz yang selama bertahun-tahun menyelidiki pelecehan dalam organisasi Katolik Sodalitium, serta menghadapi gugatan hukum dan ancaman pembunuhan.

Berita ini dikutip dari laporan The Guardian, Minggu (22/6), yang menyebut Paus menekankan pentingnya "budaya pencegahan yang tidak menoleransi segala bentuk pelecehan: penyalahgunaan kekuasaan atau wewenang, hati nurani atau spiritualitas, (atau) pelecehan seksual." Ia juga menegaskan bahwa gereja memiliki "komitmen mendesak untuk melindungi anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan."

Dalam pernyataannya, Paus Leo XIV memberikan sorotan khusus pada pentingnya jurnalisme yang bebas. Ia menyatakan, "Di mana pun seorang jurnalis dibungkam, jiwa demokrasi suatu bangsa melemah." Ia juga menegaskan bahwa "mempertahankan jurnalisme yang bebas dan etis bukan hanya tindakan keadilan, tetapi juga tugas bagi semua yang bercita-cita untuk demokrasi yang kuat dan partisipatif."

Komentar ini sangat kontras dengan sejumlah uskup, termasuk dari Amerika Serikat—negara asal Paus Leo—yang selama ini kerap mengkritik pemberitaan media mengenai pelecehan klerus dan kasus penutupannya.

Mengacu pada kerja jurnalis Paola Ugaz, Paus menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya bertindak dengan “keberanian, kesabaran, dan komitmen terhadap kebenaran.” Ia menambahkan, “Perjuangan Anda untuk keadilan juga merupakan perjuangan gereja. Iman yang tidak menyentuh luka tubuh dan jiwa manusia belum memahami Injil.” Paus juga menyerukan kepada para jurnalis untuk “jangan takut” dan menjadi “penyemai terang dalam kegelapan.”

Sorotan terhadap Masa Lalu

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran sejumlah kelompok penyintas pelecehan klerus atas terpilihnya Leo pada 8 Mei lalu untuk menggantikan mendiang Paus Fransiskus. Sebagian kekhawatiran itu mengarah pada masa ketika Robert Prevost—nama lahir Paus Leo—memimpin cabang Ordo Augustinian di AS.

Pada tahun 2000, seorang pastor bernama James Ray yang memiliki riwayat tuduhan pelecehan ditempatkan di biara dekat sekolah dasar, sembilan tahun setelah dilarang bekerja di dekat anak-anak. Vatikan menyatakan bahwa Prevost bukan pejabat yang menetapkan penempatan tersebut.

Saat menjabat Uskup Chiclayo di Peru sejak 2015, tiga wanita juga melaporkan bahwa mereka dilecehkan saat masih anak-anak oleh dua pastor lokal. Para pelapor mengaku tidak melihat adanya tindak lanjut investigasi. Pihak Vatikan menyebut Paus Leo telah menangani kasus itu sesuai norma kanonik, dan penyelidikan internal tidak menemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan tersebut.

Meskipun demikian, Leo dipuji oleh para penyintas pelecehan dari kelompok Sodalitium karena telah mengatur pertemuan penting dengan Paus Fransiskus, yang menjadi awal dari penyelidikan Vatikan hingga akhirnya organisasi tersebut dibubarkan pada Januari 2025, tiga bulan sebelum wafatnya Fransiskus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Gardu Induk Gandul Sudah Pu...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...
Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.