Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemlu Pastikan WNI Dievakuasi dari Iran Tiba di RI Senin

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu Pastikan WNI Dievakuasi dari Iran Tiba di RI Senin Doc: Antara
Ket. Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) dan Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat, mendampingi sejumlah WNI yang dievakuasi sampai ke Kota Astara di perbatasan Iran-Azerbaijan pada Sabtu (21/6).

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan evakuasi WNI dari Iran, menyusul pemburukan situasi keamanan akibat serangan rudal Israel dan kemudian Amerika Serikat, akan dilanjutkan dengan pemulangan para WNI secara bertahap pada Senin (23/6).

“Rencana penerbangan tahap pertama dilakukan dengan pesawat komersial pada Senin, 23 Juni, dan tiba di Jakarta pada 24 Juni,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengenai rencana evakuasi ke RI dalam pernyataan tertulisnya, diterima Minggu (22/6).

Judha menyatakan bahwa Kemlu terus memonitor sejumlah 97 orang yang telah diseberangkan dari Iran ke Azerbaijan sebelum pemulangan ke tanah air. Ia memastikan mereka sudah dalam kondisi aman di Baku.

Mereka yang dievakuasi tersebut terdiri dari dari 93 WNI, 3 staf kedutaan, dan 1 warga negara asing, yaitu warga negara Iran pasangan WNI.

Direktur di Kemlu itu juga memastikan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan situasi pasca-serangan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (21/6) untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Sementara itu, dalam gambar yang dirilis Ahad, tampak Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) dan Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat, yang awal tahun ini dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Iran, mendampingi WNI yang dievakuasi hingga ke Kota Astara di perbatasan Iran-Azerbaijan pada Sabtu malam waktu setempat.

Namun demikian, Kemlu menyatakan masih belum dapat sepenuhnya menyampaikan rincian lebih lanjut operasional evakuasi yang sedang berlangsung kepada publik atas alasan keamanan.

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir, yang memicu serangan balasan Teheran pada hari yang sama.

Otoritas Israel menyebut sekurangnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan balasan Iran. Sementara, 639 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang lainnya terluka di Iran imbas serangan Israel, menurut media Iran.

Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan keterlibatan AS menyerang tiga titik fasilitas nuklir Iran pada Sabtu dalam operasi yang diklaim oleh Presiden Donald Trump sebagai “serangan yang sangat sukses”.

Keterlibatan AS dalam agresi Israel terhadap Iran, menentang peringatan Teheran supaya AS tidak ikut campur, diperkirakan akan menyebabkan pemburukan eskalasi yang tak terhindarkan di kawasan. Serangan itu juga membuka kemungkinan Iran menyerang fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...

Polisi Ungkap Pencurian Emas Rp350 Juta di Pacitan

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polisi Ungkap Pencurian Ema...
Luar Negeri
Kabar Mengejutkan dari AS, ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.