Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 00:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar Doc: AFP
Ket. Pangeran Harry, Duke of Sussex, tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan pengurus African Parks, organisasi konservasi yang pada 2025 sempat menghadapi tuduhan bahwa para penjaganya melakukan “pelanggaran hak” terhadap masyarakat adat.

LONDON — Pangeran Harry dari Inggris mundur dari dewan pengurus organisasi konservasi Afrika, African Parks, yang sempat dilanda kontroversi pada 2025 terkait dugaan tindakan sejumlah penjaga taman terhadap masyarakat lokal. Juru bicara Harry mengonfirmasi keputusan tersebut pada Senin (24/8).

Harry kini tidak lagi menjadi anggota dewan pengawas African Parks. Pada Mei 2025, organisasi tersebut mengakui bahwa para penjaganya terlibat dalam “pelanggaran hak” di sebuah taman nasional di Republik Kongo.

Tuduhan terhadap penjaga yang dipekerjakan organisasi tersebut—yang mengelola 24 kawasan lindung di 13 negara serta menerima pendanaan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat—dilaporkan mencakup pemerkosaan dan penyiksaan terhadap masyarakat adat.

“Harry bangga dengan 10 tahunnya bersama African Parks dan sepenuhnya mendukung upaya penguatan dewan pengurus yang sedang berlangsung,” kata juru bicaranya dalam pernyataan singkat.

“Komitmennya terhadap konservasi di Afrika terus berlanjut, dan dia tetap mendukung misi African Parks.”

African Parks mengatakan Harry dan dewan pengurus “telah sepakat bahwa setelah 10 tahun mengabdi, ini merupakan waktu yang tepat baginya untuk mengakhiri peran resminya sebagai bagian dari penyegaran tata kelola organisasi secara rutin”.

Organisasi itu menegaskan Harry tidak diberhentikan dari dewan.

Kembali ke Inggris

Kepergian Harry dari dewan African Parks terjadi ketika anggota keluarga kerajaan Inggris tersebut diperkirakan segera kembali ke Inggris. Kabar itu muncul setelah pengumuman mengejutkan pekan lalu bahwa Harry akan pindah dari Amerika Serikat (AS) bersama keluarganya.

Harry dan istrinya, Meghan Markle, yang secara resmi bergelar Duke dan Duchess of Sussex, meninggalkan Inggris pada 2020 dan kemudian menetap di California.

Keduanya selama ini membesarkan dua anak mereka yang masih kecil di AS.

Harry menjabat sebagai presiden African Parks selama enam tahun hingga 2023. Setelah itu, ia bergabung sebagai anggota dewan direksi organisasi tersebut.

African Parks pada 2025 mengonfirmasi bahwa penyelidikan independen telah menguatkan adanya tuduhan pelanggaran di Taman Nasional Odzala-Kokoua, Kongo bagian utara.

Namun, organisasi tersebut tidak merinci bentuk pelanggaran yang dilakukan terhadap komunitas Baka, masyarakat pemburu-pengumpul yang tinggal di sekitar taman nasional tersebut.

Laporan media Inggris Mail on Sunday dan media Jerman Tagesschau mengutip warga setempat yang menuduhkan adanya pemerkosaan, pemukulan, penyiksaan, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh penjaga yang bekerja untuk African Parks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.