Uni Eropa Tegaskan Kembali Sanksi untuk Russia atas Aneksasi Krimea
📅 Rabu, 18 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: antara
Istanbul - Komisi Eropa pada Senin (16/6), memperpanjang sanksi terhadap Russia sebagai respons atas aneksasi ilegal wilayah Krimea dan kota Sevastopol hingga 23 Juni 2026.
Seperti dikutip dari Antara, Komisi Eropa menegaskan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dilarang mengimpor produk dari Krimea dan Sevastopol selama masa pemberlakuan sanksi.
Sanksi tersebut juga membatasi aktivitas warga negara dan perusahaan EU di Krimea dan Sevastopol.
Perusahaan-perusahaan Eropa tidak dapat menyediakan layanan investasi dan jasa keuangan ke Krimea dan Sevastopol.
Selain itu, berbagai produk dan teknologi yang digunakan di sektor transportasi, telekomunikasi, dan energi juga dilarang untuk diekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara khusus, penyediaan teknologi dan bantuan teknis untuk eksplorasi, ekstraksi, dan produksi minyak, gas alam, dan mineral juga dilarang.
"UE tidak mengakui dan terus mengutuk aneksasi ilegal Krimea dan Sevastopol oleh Federasi Russia sebagai pelanggaran hukum internasional," kata pernyataan itu.
Sanksi-sanksi ini, yang pertama kali diberlakukan pada 31 Juli 2014, merupakan respons langsung terhadap tindakan Russia yang melanggar hukum internasional dan integritas teritorial Ukraina. Meskipun telah berlaku selama lebih dari satu dekade, UE tetap konsisten dalam kebijakan non-pengakuannya terhadap aneksasi Krimea.
Sebaiknya Anda baca juga:
Russia secara ilegal mencaplok Republik Otonom Krimea dan kota Sevastopol pada Maret 2014.
Menyusul tindakan tersebut dan ketegangan di Ukraina timur pada saat itu, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lainnya menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Russia.
Dewan UE dalam pernyataannya kembali menegaskan bahwa "UE tidak mengakui dan terus mengutuk aneksasi ilegal Krimea dan Sevastopol oleh Russia, yang merupakan pelanggaran hukum internasional." Pernyataan ini diperkuat dengan fakta bahwa sejak invasi skala penuh Russia pada Februari 2022, UE telah secara signifikan memperluas paket sanksinya, dengan paket ke-17 telah diterapkan dan paket ke-18 sedang dipersiapkan.
Perpanjangan sanksi ini menunjukkan komitmen UE yang tak tergoyahkan untuk mendukung kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina dalam batas-batas yang diakui secara internasional. Sanksi-sanksi tersebut tetap menjadi komponen kunci dari pendekatan UE dalam menegakkan kebijakan non-pengakuan terhadap tindakan aneksasi Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!