Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangani Masalah ODOL, Ditjen Hubdat Dorong Pemanfaatan WIN

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 11:50 WIB | Oleh:
Tangani Masalah ODOL, Ditjen Hubdat Dorong Pemanfaatan WIN Doc: Dok. Istimewa

BEKASI - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan berbagai strategi dalam penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan di antaranya dengan mendorong integrasi data dan pemanfaatan teknologi Weigh In Motion (WIM).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan ketika melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (17/6). 

Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana integrasi data antara Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga, yang mencakup informasi legalitas dan identitas kendaraan, data pemilik barang, hingga bobot muatan.

Dirjen Aan menegaskan integrasi data lintas sektor merupakan pondasi penting dalam upaya penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan secara komprehensif dan berkelanjutan.

“Nantinya, setelah data terintegrasi, kita akan memiliki basis informasi yang sangat kuat. Tadi telah disepakati untuk menindaklanjuti dengan integrasi dan pertukaran data serta informasi. Ini adalah langkah yang mutlak harus kita laksanakan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/6).

Menurutnya, penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan tidak bisa hanya bergantung pada upaya penegakan hukum di lapangan. Diperlukan pembenahan sistem dan kolaborasi lintas instansi guna menciptakan tata kelola yang lebih sistematis dan preventif. Dengan integrasi data yang solid, pelanggaran dapat dideteksi lebih cepat dan penindakan menjadi lebih efektif.

“Penanganan kendaraan over dimension and over loading tidak bisa hanya dilakukan di ujung. Kita harus membangun sistem yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar angkutan barang tidak lagi melanggar batas dimensi dan muatan,” jelasnya.

Aan juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan teknologi Weight In Motion (WIM) yang telah terpasang di sejumlah ruas jalan tol milik Jasa Marga. Teknologi ini dinilai dapat membantu deteksi dini terhadap pelanggaran angkutan barang lebih dimensi dan lebih muatan yang berpotensi besar untuk diintegrasikan dengan sistem Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang milik Kemenhub.

“Saat ini hanya sekitar 3,9 persen kendaraan yang terindikasi kelebihan muatan masuk ke jembatan timbang. Padahal, jika sistem WIM dimaksimalkan dan terintegrasi dengan UPPKB, jangkauan penindakan bisa diperluas secara signifikan,” imbuh Dirjen Aan.

Ia menekankan pemanfaatan data WIM yang terintegrasi dengan sistem penegakan hukum dapat memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran. Meskipun saat ini bentuk sanksi masih berupa tilang, jika diterapkan secara konsisten, langkah tersebut tetap memiliki efek terhadap perusahaan angkutan barang.

“Kita bisa memperluas jangkauan UPPKB melalui dukungan WIM yang dimiliki Jasa Marga. Meski penindakan masih dalam bentuk tilang, jika dilakukan terus-menerus dan sistematis, akan memberikan efek jera kepada para pelaku pelanggaran,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antar stakeholders dalam menciptakan sistem penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan yang lebih terintegrasi.

Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian PU hingga Kepolisian untuk membangun sistem digital yang terhubung satu sama lain.

“Saat ini sistem masih berjalan secara terpisah. Jika terus mengandalkan penegakan hukum saja, hasilnya tidak akan optimal. Namun apabila seluruh proses dilakukan secara digital dan terintegrasi, dari hulu ke hilir, penanganan ODOL dapat dilaksanakan secara tuntas dan berkelanjutan,” tutup Aan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.