Di Asia Tenggara usai Hong Kong AAM Forum, Konglomerat Aviasi Masa Depan Denon Prawiraatmadja melalui Whitesky Siap Kuasai 200 eVTOL
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 19:45 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
HONG KONG — Founder dan CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja mulai membawa bisnis yang dibangunnya menuju skala baru, seiring roadmap pengembangan hingga 200 electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dalam satu dekade mendatang.
Dengan proyeksi nilai aset sekitar Rp 21 triliun, ekspansi tersebutberpotensi memperluas posisi Denon dari entrepreneur dan operator penerbangan menjadi salah satu figur dalam kelompok konglomerat aviasi generasi baru Indonesia.
Arah pengembangan itu dibawa Denon ke Hong Kong ketika iadiundang sebagai satu-satunya pembicara dari Indonesia dalam rangkaian forum Advanced Air Mobility.
Namun skala yang ingin dibangun Whitesky tidak hanya berasal darijumlah aircraft.
Perusahaan secara bertahap membangun exposure terhadap berbagai bagian dari bisnis penerbangan, mulai dari aircraft operation, heliport dan vertiport infrastructure, maintenance dan MRO, training, charging system hingga technology and industrial partnership.
“Membangun perusahaan aviasi ke depan tidak cukup hanyadengan memperbesar fleet. Kita harus memiliki capability di berbagai bagian dari ekosistem yang membuat fleet itu bisa tumbuh,” ujar Denon.
Pendekatan tersebut dapat mengubah struktur Whitesky dalam jangkapanjang. Jika sebelumnya perusahaan terutama dikenal melalui kegiatan aircraft operation dan infrastructure, era eVTOL membuka peluang untuk memperluas portofolio ke bagian-bagian bisnis baru yang sebelumnya belum menjadi bagian dominan dalam industri penerbangan Indonesia.
Setiap penambahan aircraft menciptakan kebutuhanterhadap technical support. Setiap penambahan operasi membutuhkan infrastructure. Pertumbuhan infrastructure membutuhkan maintenance, technology danenergy system.
Skala bisnis kemudian tidak lagi hanya diukur berdasarkan jumlah aircraft yang dimiliki, tetapi dari seberapa luas perusahaan mampu terlibat dalam value chain di belakangnya.
“Aircraft creates scale, but ecosystem creates enterprise value. Ketika sebuah perusahaan membangun capability di belakang asetnya, ruang pertumbuhannya menjadi jauh lebih besar,” kata Denon.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi Whitesky untuk bergerak dari aviation operator menuju integrated aviation and mobility group.
Dengan roadmap 200 eVTOL, perusahaan ingin membangun struktur bisnis yang memiliki exposure terhadap lebih banyak sumber value dan tidak bergantung hanya pada pengoperasian aircraft.
Bagi Denon, fase tersebut menjadi langkah berikutnya dari perjalananWhitesky. Bukan sekadar memperbesar armada, tetapi memperbesar industrialfootprint perusahaan.
Jika roadmap bernilai sekitar Rp 21 triliun itu terealisasi dan diikuti pertumbuhan berbagai lini bisnis pendukungnya, Denon berpotensi muncul sebagai salah satu konglomerat aviasi baru Indonesia yang dibentuk oleh transformasi menuju electric aviation.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!