Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Dukung Pertumbuhan

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 15:20 WIB | Oleh:
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan demi Jaga Stabilitas Rupiah dan Dukung Pertumbuhan Doc: Reuters
Ket. Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan reverse repo 7 hari di level 5,50% pada Rabu (18/6), sesuai dengan ekspektasi mayoritas ekonom. Keputusan ini menandai penghentian sementara siklus pelonggaran moneter yang sebelumnya dilakukan BI, sambil tetap mengedepankan keseimbangan antara stabilitas nilai tukar rupiah dan upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

BI juga tidak mengubah suku bunga simpanan dan pinjaman, yang masing-masing tetap di level 4,75% dan 6,25%. Dari 31 ekonom yang disurvei Reuters, 21 di antaranya memperkirakan bank sentral akan mempertahankan tingkat suku bunga tersebut.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mencermati ruang kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ke depan, dengan tetap menjaga inflasi dalam kisaran target 1,5% hingga 3,5%, serta menstabilkan rupiah di tengah dinamika global yang masih rentan.

Inflasi tahunan Indonesia tercatat sebesar 1,6% pada Mei, mendekati batas bawah target BI, yang menurut para analis mencerminkan melemahnya belanja rumah tangga. Di sisi lain, BI juga menyoroti berbagai tantangan terhadap perekonomian nasional, termasuk penurunan permintaan domestik dan ketidakpastian ekonomi global akibat tarif dagang dan konflik geopolitik, terutama yang melibatkan Amerika Serikat.

Meski mempertahankan suku bunga, BI tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2025, yang tetap berada pada kisaran 4,6% hingga 5,4%.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut, pemerintah telah meluncurkan paket insentif senilai US$1,5 miliar, berupa subsidi transportasi, bantuan tunai, dan distribusi makanan, yang akan digulirkan sepanjang Juni dan Juli.

Keputusan BI untuk bersikap hati-hati dalam kebijakan moneternya dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kepercayaan pasar, memperkuat daya tahan ekonomi domestik, serta menciptakan ruang kebijakan baru jika tekanan global kembali meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.