Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Gempa NTT, BPBD: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Gempa NTT, BPBD: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak Doc: Antara
Ket. Warga melintas di dekat bangunan toko yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).

KUPANG - Hingga Senin (17/8), 7.968 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah,” kata Mahadin Sibarani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dalam laporannya yang diterima di Kupang, Selasa (18/7).

Selain rumah warga, lanjutnya, tercatat 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur juga mengalami kerusakan akibat gempa.

Mahadin Sibarani mengatakan angka tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

"Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masuk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima kerusakan bangunan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan situasi sebelumnya pada 15 Agustus 2026.

Saat itu BPBD mencatat sebanyak 1.639 rumah rusak. Dalam dua hari jumlah tersebut meningkat menjadi 7.968 unit atau bertambah lebih dari empat kali lipat.

Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Jumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang terdampak meningkat dari 163 unit pada laporan sebelumnya menjadi 744 unit.

Mahadin mengatakan peningkatan jumlah kerusakan tidak terlepas dari proses pendataan yang semakin luas di wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.

"Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak. Kami ingin memastikan data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.